SAYA MOHON MAAF JIKA DI DALAM BLOG SAYA TERDAPAT KESALAHAN DAN KEKURANGAN DALAM MEYAMPAIKAN KARNA SAYA JUGA MANUSIA YANG TIDAK LEPAS DARI KESALAHAN BAGI PENGUNJUNG MOHON KRITIK DAN SARANNYA UNTUK SAYA
Showing posts with label ISLAMI. Show all posts
Showing posts with label ISLAMI. Show all posts

Monday, August 30, 2021

PEMUDA PECINTA MASJID DAN IBLIS YANG BAIK HATI






Alkisah pada suatu hari dimasa pemerintahan Umar Bin Khatab  Radhiyallahu 'Anhu dikota Madinah. Seorang anak muda sudah bangun pagi-pagi untuk melaksanakan sholat subuh berjama’ah di Masjid Nabawi. Ia adalah seorang pemuda yang terkenal shalih dan hatinya senantiasa terpaut dengan masjid. 


Selepas membersihkan diri dan mengenakan pakaiannya, kemudian beliau berangkat ke masjid. Dalam perjalanannya ke masjid, ditengah jalanan yang gelap dan hawa yang dingin, tanpa disadari pemuda tersebut terjatuh kedalam genangan air kotor dan berlumpur sehingga pakaiannya menjadi kotor.


Karena merasa pakaiannya basah dan kotor, pemuda tersebut segera bangun dari genangan air dan membersihkan diri sekedarnya, kemudian pulang. Sesampainya di rumah, ia kembali membersihkan badannya dan mengganti pakaiannya, lalu berangkat kembali ke masjid.


Dalam perjalanan kembali ke Masjid Nabawi, karena jalanan begitu gelap, pemuda itu kembali terjatuh untuk kedua kalinya di tempat yang sama. Kemudian ia bangun untuk membersihkan diri dan  pulang kembali. Sesampainya di rumah, sekali lagi, dia mengganti pakaiannya lalu berangkat kembali ke masjid.


Dalam perjalanannya kembali ke Masjid Nabawi untuk melaksanakan sholat, dia bertemu dengan seorang kakek tua yang membawa lampu di jalan yang dilaluinya. Kemudian dia bertanya pada kakek pembawa lampu tersebut, “Dari mana anda?” dijawabnya, "Aku melihatmu terjatuh dua kali dalam perjalananmu ke Masjid Nabawi. Jadi aku membawakan lampu untuk menerangi jalanmu.” 


Pemuda itu mengucapkan terima kasih banyak pada kakek tua si pembawa lampu, lalu keduanya berjalan bersama ke masjid. Setibanya di masjid, pemuda itu mengajak kakek tua pembawa lampu untuk sholat Subuh berjama’ah dengannya, tetapi si kakek pembawa lampu menolaknya. Pemuda shaleh itu terus mengajaknya beberapa kali namun jawaban kakek pembawa lampu tersebut sama.


Akhirnya pemuda shalih tersebut bertanya mengapa dia tidak mau sholat bersamanya. Kakek si pembawa lampu menjawab, “Aku adalah Iblis”. Pemuda tersebut terkejut mendengar jawabannya. Iblis lalu melanjutkannya bahwa, “Aku melihatmu berangkat ke masjid Nabawi dan akulah yang membuatmu terjatuh”.


Lalu dia melanjutkan, “Ketika engkau pulang untuk membersihkan diri dan berangkat ke masjid, Allah Ta'ala, Tuhan yang Maha Lembut dan  Maha Pengasih memaafkan dan mengampuni semua dosa-dosamu. Lalu aku menjatuhkanmu sekali lagi, tapi engkau tidak tinggal dirumahmu, dan tetap berangkat kembali masjid. Karena itu, Tuhan penguasa alam semesta mengampuni semua dosa keluarga dan orang-orang yang tinggal dirumahmu. Aku khawatir jika aku menjatuhkanmu lagi, Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Penyayang akan merahmati dan mengampuni dosa-dosa semua anggota penduduk di kampungmu, jadi aku memastikan engkau wahai pemuda shalih sampai ke masjid Nabawi tanpa terjatuh.”


Itulah kisah seorang pemuda shalih yang berusaha istiqomah melangkahkan kakinya menuju rumah Allah Ta'ala untuk beribadah kepadaNya. Kondisi terbatas dan cobaan yang menimpa tidak menyurutkan langkah dan niatnya untuk taat beribadah kepada Allah Ta'ala, Tuhan pencipta alam semesta.


Saudaraku yang semoga dirahmati oleh Allah Ta'ala, betapa seorang hamba yang meyakini bahwa perjalanan ke sebuah tempat untuk melakukan suatu ibadah adalah sebuah perjuangan dan kemuliaan, dia akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melakukan perjalanan dan perjuangan itu dengan maksimal meskipun cobaan dan rintangan mengadang.


Cintanya pada Allah Ta'ala mengalahkan lelahnya dan beratnya cobaan yang dia hadapi. Baik perjalanan ke masjid dalam rangka untuk sholat, perjalanan ke Baitullah untuk berhaji, perjalanan ke medan perang untuk berjihad, perjalanan mencari rizki untuk menghidupi keluarga  atau perjalanan ke majelis ilmu untuk menghadiri sebuah kajian ilmiah.


Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang hatinya terpaut ke mesjid dan istiqamah dalam kebaikan. Aamiin.


Saturday, August 28, 2021

DOSA


 Seorang guru akhlak pernah ditanyai oleh muridnya,

 "Ya Syaikh, apakah Anda pernah berbuat dosa?" 


Sang guru menjawab,

"Anakku, setiap orang pernah berbuat dosa."


Si murid yang merasa tak puas dengan jawaban gurunya kembali menekankan pertanyaannya, 

 "Aku tidak membicarakan orang lain, aku menanyakan Anda. Apakah Anda pernah berbuat dosa?"


Si guru menjawab dengan wajah sungkan,

 "Jika kau mendesak maka syukur Alhamdulillah aku tidak pernah berbuat dosa dan tidak pernah terpikir untuk melakukannya."


Si murid tampak keheranan dan seolah tak percaya dengan jawaban gurunya, 

"Jika Anda tidak pernah berbuat dosa mungkin aku masih bisa menerimanya, tapi Anda bahkan tidak terpikir untuk berbuat dosa, bagaimana bisa?" 


Si guru hanya tersenyum dan  menjawab,

"Anakku, pernahkah kau memakan kotoran?" 


Raut wajah murid itu berubah tersinggung mendengar pertanyaan gurunya, 

"Tentu saja tidak pernah!" 


Si guru melanjutkan,

"Apa kau pernah terpikir untuk mencoba memakannya?" 


Si murid menjawab,

"Pertanyaan macam apa ini, Syaikh?! Mana mungkin aku pernah terpikir untuk memakan kotoran." 


Si guru dengan senyum penuh arti kemudian menjelaskan,

"Seperti itulah dosa di mataku. Bahkan ia lebih buruk dan lebih menjijikkan dari kotoran. Sehingga Alhamdulillah aku bahkan tidak pernah terpikir untuk melakukannya." 



Semoga Allah membuka mata hati kita semua sehingga kita dapat melihat hakikat dosa dan menjauhinya. Aamiin.

APA SAJAKAH YANG DILAKUKAN PADA HARI ASYURA?

 قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ فِى  يَوْمِ عَاشُورَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ فِى سَنَتِهِ كُلِّهَا. (الجامع الصغير)‏ 


Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berlaku dermawan kepada keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah SWT akan melapangkan rezekinya selama setahun penuh.” (HR Suyuti, Al-Jami’us Shaghir)

• Pada hari Asyura, dianjurkan membeli makanan-makanan pokok secukupnya agar terdapat keberkahan di dalam rumah selama setahun penuh.


• Mengucapkan salam paling sedikit kepada sepuluh orang muslim atau mengucapkan 10 kali salam kepada satu orang muslim.


• Menyenangkan fakir miskin.


• Orang yang gusul (mandi wajib) pada hari itu tidak akan terkena penyakit ringan selama satu tahun.


• Membaca doa ini sebanyak 10 kali “Subhānallāhi mil-al mīzān wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridhā wa zinatal ‘arsy”.


• Khusus hari Asyura, pada waktu duha dianjurkan shalat sunah 2 rakaat. Pada setiap rakaatnya dibaca 1 kali surat Al-Fatihah dan 50 kali surat Al-Ikhlas.


Setelah shalat, dibaca 100 kali shalawat, “Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā āli sayyidinā Muhammadin wa Ādama wa Nūhin wa Ibrāhīma wa Mūsā wa ‘Īsā wamā bainahum minannabiyyīna wal mursalīn. Shalawātullāhi wa salāmuhū ‘alaihim ajma’īn.”


• Di antara waktu zuhur dan asar dianjurkan shalat sebanyak 4 rakaat. Pada setiap rakaatnya dibaca 1 kali surat Al-Fatihah dan 50 kali surat Al-Ikhlas. Setelah selesai shalat, dibaca 70 kali istigfar, 70 kali shalawat, dan 70 kali “Lā haula walā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīm.” Setelah itu, kita berdoa untuk umat Nabi Muhammad SAW agar diberikan hidayah dan keselamatan. 

(Kumpulan Doa dan Ibadah, Penerbit Fazilet)


HINDARILAH SYIRIK YANG TERSEMBUNYI


Salah seorang sahabat yang bernama Mahmud bin Labid RA menuturkan sebagai berikut,


Suatu hari Rasulullah SAW mendatangi kami, lalu bersabda,


“Wahai manusia, hindarilah syirik yang tersembunyi!”


Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah syirik yang tersembunyi itu?”


Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang berdiri lalu melaksanakan shalat. Karena orang lain melihat dirinya, ia pun berusaha melaksanakan shalatnya dengan baik. Inilah syirik yang tersembunyi.”



Wednesday, May 26, 2021

Sosialisasi Fikih Siyasah di Kota Dumai



Sejak runtuhnya kekhalifan Islam di dunia hingga saat ini proses liberalisasi semua bidang keilmuan massif terjadi. Bukan hanya dari penamaan ilmu tersebut, akan tetapi juga substansi keilmuannya. Bidang ilmu matematika misalnya, dahulu sejak kejayaan Islam, penamaan bidang ilmu hitungan-hitungan ini disebut dengan Aljabar. Aljabar berasal dari Bahasa Arab dari kata “Al-jabr” yang berarti pertemuan, hubungan / perampungan. Saat ini, istilah Aljabar sudah diganti dengan ilmu matematika. Ahli bidang pengobatan (kedokteran) Ibnu Sina, beliau seorang ahli kesehatan yang dikenal seluruh dunia, bahkan keilmuan dan karya-karyanya menjadi rujukan ahli medis di dunia. Namun, saat ini nama beliau tidak terlalu banyak dikenal di kalangan pakar kedokteran karena sudah diganti dengan figur yang lain. Pakar bidang ilmu sosial dan politik ada Ibnu Khaldun yang karyanya terkenal hingga saat ini masih dipakai sebagai rujukan dan masih bisa dijumpai adalah “Muqoddimah”, dan masih banyak pakar keilmuan Islam lainnya yang karyanya dan jasanya hilang dalam proses liberalisasi keilmuan. Di seluruh dunia saat ini rujukan keilmuannya sangat didominasi oleh Eropa (Eropa sentris) sehingga saat ini referensi yang digunakan semua disandingkan dengan penamaan ahli dari Barat. Konsekuensinya, substansi keilmuan Islam yang banyak merujuk kepada Al-qur’an dan Hadits Nabi yang bernuansa ajaran Islam terdegradasi. Proses liberalisasi keilmuan ini menjadi kuat sembari adanya dikotomi dalam internal umat Islam itu sendiri, yakni sebagaian memahami ajaran Islam hanya sebatas ajaran ritual antara hamba dan Tuhannya. Padahal jika dilihat dalam praktik Islam yang diaplikasikan oleh Nabi Muhammad sangat komprehensif. Salah satu dalam urusan mengurus negara, Nabi itu juga seorang Presiden dari hamper semua kawasan di dunia yang tunduk dalam aturan pemerintahan Islam. Tentu praktik bernegara ini seharusnya bisa digunakan sebagai rujukan oleh umatnya di masa mendatang, namun pada kenyataannya dominasi keilmuan dan praktik politik Barat lebih mendominasi termasuk di dunia Islam. Pentingnya memberikan pemahaman inilah, tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Islam Riau turun ke wilayah Kota Dumai khususnya di lingkungan wilayah administratif RT 018 Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat untuk memberikan sosialisasi kepada beberapa pemuda di sana terkait komparasi politik Islam dan Barat sehingga kalangan milenial (muda) tidak buta dengan sistem politik Islam. Kegiatan ini dilakukan bukan hanya dengan metode ceramah, namun juga dengan cara memberikan feedback kepada seluruh peserta untuk memberikan pertanyaan dan tanggapan terkait penjelasan yang diberikan.


Oleh Rio Sundari, S.IP, M.A
Dosen Fakultas Hubungan Internasional
Universitas Islam Riau (UIR)

Sunday, May 17, 2015

PPT. Konsep Dakwah Rasulullah SAW di Mekah

Assaalamualaikum wr.wb. semoga allah selalu memberikan kita kesehatan dan rahmadnya kepada kita semua, tidak ada sesuatu apapun yang bisa menjadikan orang itu pandai kecuali dengan jalan membaca, sesuai dengan firman allah dalam surah pertama di turunkan yaitu Surah Al-'Alaq (bahasa Arab:العلق, "Segumpal Darah") adalah surah ke-96 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 19 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Ayat 1 sampai dengan 5 dari surah ini adalah ayat-ayat Al-Quran yang pertama diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad bertafakur di gua Hira. Surah ini dinamai Al 'Alaq (segumpal darah), diambil dari perkataan Alaq yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Surat ini dinamai juga dengan Iqra atau Al Qalam.Wikipedia

Download Sejarah Peradaban Islam

Wednesday, May 13, 2015

KISAH PENDEK PENUH INSPIRASI DI MALAM HARI



Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar....
Ini adalah Sebuah kisah di jeddah, ketika ada sepasang suami istri yang sedang bertengkar, tiba2 suami mengangkat tangannya tinggi2 dan menampar sang istri.. istripun menangis, makhluk yang lembut, yang terlarang untuk di sakiti...
Dalam keadaan berantakan,Tiba2 terdengar ketukan pintu, sang istri masih terisak tangisannya...
Diintipnya di lubang pintu oleh sang suami, ternyata mertua dan keluarga istrinya yang datang. Dengan bingungnya dia membukakan pintu dan sang istri dengan cepat lari ke belakang dan mencuci mukanya supaya tidak terlihat dia sedang menangis...
Akan tetapi sang ibu tetap menangkap putrinya habis menangis, dan bertanyalah sang ibu, apa engkau habis menangis duhai putriku? Kenapa engkau menangis?,
sang putri menjawab, "iya ibu, aku menangis, karena rinduku pada ibu, dan akhirnya Allah mengirimkan juga ibu datang ke sini, hingga tersampaikanlah rinduku ini, sembari memeluk ibunya dalam keadaan masih menangis..
Sang suami tidak menduga istrinya akan ber ucap seperti itu, dia fikir, habislah rumah tangganya dengan sang istri mengadukan perbuatannya pada ibunya, ternyata justru sebaliknya..
Dan setelah itu, sang suami keluar rumah menuju kepasar, membeli makanan untuk tamu yang datang, dan dia membeli sebuah perhiasan emas bernilai 1000 real ( sekitar 33 juta). Sesampainya di rumah, dia menjamu tamunya... dan setelah tamunya pulang, dia mendatangi istrinya dan memberikan perhiasan tsb,,
Sang istri berkata, "subhanallah, ini kan terlalu mahal untukku wahai suamiku,"
sang suami menjawab, "engkau telah menyelamatkan rumah tanggaku, engkau sungguh2 wanita sholihah, engkau wahai istriku, bahkan engkaupun berhak mendapatkan nyawaku...
Pesan moral :
- Di perintahkannya merahasiakan permasalahan rumah tangga kepada orang tua, karena itu akan menjadi beban orang tua, setelah seumur hidup kita sudah membebani orangtua
- Di anjurkan, hargailah setiap kebaikan yang sudah di lakukan oleh pasangan kita.,
- Dianjurkannya sesekali memberikan hadiah kepada sang istri, sebagai tanda terima kasih kita atas perjuangannya, jerih payahnya,...mengurus keluarganya,
Hidup dalam nikmat tersyukuri, musibah tersabari, dosa yang diampuni, & 'amal yang diridhai; betapa berlimpah.
Segala puji bagi Allah; dengan asmaNya kita saling meminta & saling mencinta; bergandeng hasta & bergamit jiwa. Selamat rehat Shalih(in+at:)
Semoga yang menuliskan Aamiin di kotak komentar dibawah ini diberikan keluarga sakinah mawaddah warahmah dan dikaruniai putra-putri yang shaleh dan shalehah. Aamiin
Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih

Di sadur dari Kajian ust syafiq riza hafizhahullah...

Tuesday, May 12, 2015

Defenisi Dakwah






MATERI DAKWAH
            A. PENGERTIAN MATERI DAKWAH
Materi dakwah (Maddah Ad-Dakwah) adalah pesan- pesan dakwah Islam atau segala sesuatu yang harus disampaikan subyek dakwah kepada obyek dakwah, yaitu keseluruhan ajaran Islam yang ada di Kitabullah maupun Sunah Rasul-Nya. Pesan-pesan dakwah yang disampaikan kepada obyek dakwah adalah pesan- pesan yang berisi ajaran Islam.Dalam Istilah komunikasi, materi dakwah atau maddah Ad-Dakwah disebut dengan Istilah massage (pesan). Maddah dakwah itu berupa Ajaran Islam itu sendiri. Pijakan pokok dari ajaran Islam yaitu Al Qur`an dan  As Sunnah Rasulullah Muhammad SAW.a

            Seorang da`i harus selalu mendalami maddah dakwah dengan melakukan penelitian serta perbandingan dengan keadaan sekitar. Semakin kaya pengetahuan seorang da`i mengenai maddah maka dia akan semakin baik dalam menyampaikan dakwahnya. Ajaran Islam itu dinamis, progressif (berkemajuan), dialektis dan romantis. Oleh karena itu seorang da`i hendaknya mampu menunjukan kehebatan ajaran Islam kepada mad`u yang berwujud masyarakat  di sekitarnya melalui dalil–dalil atau keterangan-keterangan yang mudah dipahami oleh mereka. 

            Ibarat seorang juru masak yang pandai menghidangkan cita rasa makanan lezat sehingga dinikmati oleh banyak orang yang mengonsumsi masakannya. Maka seorang da`i juga harus bisa mengemukakan maddah dakwah dengan baik dan bijaksana.
            Pada dasarnya materi dakwah Islam itu kembali apa tujuan dakwah, karena pada dasarnya apa yang terdapat dalam materi dakwah bergantung pada tujuan dakwah yang yang ingin dicapai. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Quran, bahwa: “Tujuan umum dakwah adalah mengajak ummat manusia (meliputi orang mukmin maupun kafir atau musyrik) kepada jalan yang benar yang diridhai  Allah SWT, agar dapat hidup bahagia dan sejahtera didunia maupun diakhirat”.
Apa yang disampaikan  seorang da’i dalam proses dakwah (nilai-nilai dan ajaran-ajaran islam) untuk mengajak ummat manusia kepada jalan yang diridhai Allah, serta mengubah perilaku mad’u agar mau menerima ajaran-ajaran islam serta memanifestasikannya, agar mendapat kebaikan dunia akhirat, itulah yang disebut materi dakwah. Allah SWT telah memberi petunjuk  tentang materi dakwah yang harus disampaikan , untuk lebih jelasnya perlu mencermati firman Allah SWT dalam Q.S. Ali-Imran : 104.
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.
(QS: Ali Imran Ayat: 104)

Artinya:
 “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung. Ma’ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.”
materi dakwah pada garis besarnya dapat dibagi dua :
1.      Al-Qur’an dan Hadits
2.      Pokok-pokok ajaran Islam yaitu ; aqidah, ibadah, akhlaq, dan mu’amalah mencakup pendidikan, ekonomi, social, politik, budaya dll.
            B.MACAM-MACAM MATERI DAKWAH
            Macam-macam materi dakwah,yaitu: Masalah Keimanan (Aqidah),Masalah Keislaman (Syari’at),Masalah Budi Pekerti (Akhlaqul Karimah),Masalah Kemasyarakatan (ukhuwah, pendidikan, sosial, kebudayaan, politik).
1.      Aqidah
Aqidah adalah pokok kepercayaan dalam agama Islam. Aqidah Islam disebut Tauhid dan merupakan inti dari kepercayaan. Dalam Islam, Aqidah merupakan I’tiqad Bathiniyah yang mencakup masalah-masalah yang erat hubungannya dengan rukun Iman. “Iman ialah engkau percaya kepada Allah, Malaikat- malaikat-Nya, Kitab-KitabNya, Rasul-rasulNya, Hari Akhir dan percaya adanya ketentuan Allah yang baik maupun yang buruk.” (HR. Muslim)Dalam Bidang Aqidah bukan hanya pembahasan yang wajib di Imani saja, tetapi materi dakwah meliputi masalah yang dilarang juga.
            Dalam islam, permasalahan aqidah yaitu masalah-masalah yang mencakup keyakinan yang erat hubungannya dengan rukun iman. Dalam pembahasanya, bukan saja tertuju pada hal-hal yang wajib diimani, akan tetapi materi dakwahnya juga menyangkut masalah-masalah yang menjadi lawannya. Seperti syirik, ingkar terhadap keberadaan Tuhan, dan sebagainya.
            2.Keislaman/Syari’at
            Syariat adalah seluruh hukum dan perundang-undangan yang terdapat dalam agama Islam, baik hubungan manusia dengan Tuhan, maupun manusia dengan manusia.Dalam Islam, Syari’at berhubungan erat dengan amal lahir (nyata), dalam rangka mentaati semua hukum Allah, guna mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya bahwasannya engkau menyembah kepada Allah, tidak mempersekutukan Allah, mengerjakan Shalat, membayar zakat, puasa dan mengatur antara manusia sesama manusia. “Islam adalah Ramadhan dan menunaikan Haji”. (HR. Bukhari dan Muslim)
            Permasalahan yang berhubungan dengan masalah syar’iyah bukan saja terbatas pada masaalah ibadah kepada Allah, namun permasalahannya juga mencakup pada masalah yang berkenaan dengan pergaulan hidup antar sesama manusia seperti masalah hukum jual-beli, berumah tangga, warisan, dan lainnya, begitu juga dengan segala bentuk larangan Allah, seperti mabuk, mencuri, berzina, dan sebagainya. Hal itu juga termasuk masalah yang menjadi materi dakwah.
            3.Budi Pekerti (Akhlaqul Karimah)
            Akhlak dalam akivitas dakwah (sebagai materi dakwah) merupakan pelengkap saja, yakni untuk melengkapi keImanan dan keIslaman seseorang. Meskipun hanya pelengkap, materi akhlaq tetaplah penting. “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan Akhlak yang mulia”
            Namun bukan berarti masalah akhlak tidak penting, karena bagaimana pun juga, iman dan islam seseorang tidak akan sempurna tanpa dibarengi dengan perwujudan akhlakul karimah.
Rasullulah pun pernah bersabda :“Aku diutus oleh Allah SWT didunia ini hanyalah untuk menyempurnakan Akhlak”.(Hadis sahih
            Dalam buku yang berjudul Dakwah Aktual, mengatakan: Sirah Nabawiyah mengajarkan kepada kita, bahwa materi pertama yang menjadi landasan utama ajaran islam, yang disampaikan Rasullulah SAW kepada ummat manusia adalah masalah yang berkaitan dengan pembinaan akidah salimah, keimanan yang benar, masalah al-insan, tujuan program, status, dan tugas hidup manusia didunia, dan tujuan akhir yang dicapainya, al-musawah, persamaan manusia dihadapan Allah SWT, dan al-adalah, keadilan yang harus ditegakan oleh seluruh manusia dalam menata kehidupannya.
            Salah satu nasihat spiritual Ikhwan al- Safa’ bagi perjalanan kehidupan manusia di dunia adalah anjuran untuk mengambil suri tauladan perjalanan kehidupan para Nabi, wali, dan orang- orang salih. Nabi dan orang- orang salih menjalin kehidupan dunianya dengan akhlak terpuji dan perjalanan hidup seimbang. Mereka adalah sosok yang mencapai kesempurnaan hidup. Karakter ini  dapat berada pada manuasia pada manusia apa pun posisinya. Baik sebagai iman- iman penunjuk jalan, para dai’i pemberi petunjuk dengan hikmah dan nasihat yang baik, dan pembela- pembela kebenaran Allah di atas dunia
            Hal penting yang harus disadari yaitu, semua ajaran yang disampaikan itu (materi dakwah), bukanlah semata-mata berkaitan dengan eksistensi dan wujud Allah SWT, akan tetapi bagaimana menumbuhkan kesadaran mendalam, agar mampu mewujudkan atau memanifestasikan aqidah, syar’iyah, dan akhlak dalam ucapan, pikiran, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.








Monday, May 11, 2015

SEJARAH HUKUM ISLAM


Assalamualaikum, Saya akan sedikit membahas tentang syari'at islam atau di kenal dengan hukum islam
Syariat Islam (Arabشريعة إسلامية Syariat Islamiyyah) adalah hukum atau peraturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Islam. Selain berisi hukum, aturan dan panduan peri kehidupan, syariat Islam juga berisi kunci penyelesaian seluruh masalah kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat. 
di bawah ini adalah pembahasan yang saya bahas semasa dalam perkuliahan saya,
Sejarah Hukum Islam

simak di sini kalau ingin lebih jelasnyaSumber hukum islam wikipedia

Sunday, May 10, 2015

SEKILAS CERITA TENTANG AISYAH ISTRI RASULULLAH SAW



http://rahmadrivaldi95.blogspot.com/
Aisyah binti Abu Bakar RA merupakan istri yang paling dicintai Nabi SAW setelah Khadijah RA, dan satu-satunya wanita yang dinikahi Nabi SAW dalam keadaan gadis. Ia mendapat panggilan kesayangan dari Nabi SAW, Khumaira, artinya, yang pipinya kemerah-merahan. Ia adalah seorang wanita yang cerdas, sehingga setelah Nabi SAW wafat, banyak sahabat yang bertanya kepada Aisyah tentang berbagai permasalahan.
Aisyah dinikahi Nabi SAW ketika ia masih berusia 6 tahun di Makkah, dan mulai berkumpul dengan beliau ketika berusia 9 tahun di Madinah. Riwayat lainnya menyebutkan, ia dinikahi Nabi SAW pada usia 9 tahun, dan berkumpul dengan beliau pada usia 11 tahun. Ketika Nabi SAW wafat, Aisyah baru berusia 18 tahun. Ia lahir pada tahun ke 4 kenabian, dan wafat pada usia 66 tahun, malam selasa tanggal 17 Ramadhan tahun 57 Hijriah
 
Awal mula pernikahan ini, adalah ketika Khaulah binti Hakim menemui Nabi SAW beberapa waktu setelah meninggalnya Khadijah RA. Ia menanyakan kesediaan Nabi SAW untuk menikah lagi, dan ia memberikan pandangan, jika janda, adalah Saudah binti Zam'ah bin Qais, dan jika gadis, adalah Aisyah binti Abu Bakar. Nabi SAW menyerahkan urusan ini pada Khaulah. Ketika Khaulah menemui orang tua Aisyah, baik ibunya, Ummu Ruman atau bapaknya Abu Bakar sempat terkejut, karena Aisyah masih termasuk keponakan Nabi SAW sendiri.
Khaulah menemui Nabi SAW tentang status Aisyah yang masih keponakan beliau, tetapi beliau menyampaikan bahwa Aisyah tidak termasuk keponakan yang terlarang untuk dinikahinya. Abu Bakar dan Ummu Ruman dengan gembira menerima lamaran Nabi SAW lewat Khaulah ini. Nabi SAW datang ke rumah Abu Bakar, dan beliau dinikahkan sendiri oleh Abu Bakar dengan putrinya, Aisyah.
 
Beberapa bulan lamanya setelah tinggal di Madinah, Abu Bakar bertanya kepada Nabi SAW, tentang putrinya, "Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak mengajak Aisyah tinggal bersama engkau?"
"Saya tidak mempunyai peralatan rumah tangga..!" Kata Nabi SAW.
Mendengar jawaban beliau itu, Abu Bakar membeli peralatan rumah tangga yang diperlukan, dan membawanya ke rumah Rasulullah SAW. Setelah semuanya siap, Abu Bakar mengantarkan Aisyah ke rumah beliau, di bulan Syawal tahun 1 atau 2 hijriah di waktu dhuha.
 
Setelah ditinggal wafat Nabi SAW, Aisyah sering memperoleh hadiah uang dari para sahabat, seperti Muawiyah, Abdullah bin Umar, Zubair bin Awwam dll., sehingga sebenarnya ia tidak dalam keadaan kekurangan. Tetapi didikan Nabi SAW atas dirinya tidak sedikitpun berubah. Kemurahan dan kesederhanaan tetap menjadi pola hidupnya sebagaimana yang dijalaninya bersama Nabi SAW, sehingga hidupnya cenderung dalam kekurangan.
Suatu ketika Aisyah memperoleh hadiah dua karung uang yang masing-masing berisi 100.000 dirham. Ia membagi-bagikan uang tersebut kepada fakir miskin dari pagi hingga sore sehingga tidak tersisa sama sekali. Hari itu Aisyah sedang berpuasa, saat masuk waktu maghrib, pembantunya datang membawa makanan untuk berbuka berupa sepotong roti dan minyak zaitun. Ia berkata kepada Aisyah, "Seandainya engkau tadi menyisakan satu dirham, tentu aku bisa menyediakan sepotong daging untuk menu berbuka."
 
"Mengapa engkau baru mengatakannya sekarang," Kata Aisyah, "Andai tadi engkau mengatakannya, tentu kusisakan satu dirham untukmu."
Suatu ketika Aisyah dalam keadaan puasa, dan hanya memiliki sepotong roti untuk persiapan berbuka. Tiba-tiba datang datang seorang lelaki miskin meminta makanan kepadanya, Aisyahpun menyuruh pembantunya menyerahkan sepotong roti yang ada. Pembantunya berkata, "Jika kita memberikan roti ini, kita tidak memiliki makanan lagi untuk berbuka puasa…!"
 
“Biarlah, berikan saja roti itu kepadanya." Kata Aisyah.
Keadaan seperti itu seringkali terjadi, sehingga menyulut rasa kasihan dari keponakannya, Abdullah bin Zubair, karena hidupnya yang dalam keadaan miskin dan serba kekurangan. Sebenarnya bukannya tidak ada harta dan uang yang datang, tetapi karena gemarnya bersedekah, sehingga tidak ada yang ‘sempat’ menginap walau hanya semalam, sebagaimana seringkali dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Abdullah bin Zubair adalah anak dari saudaranya, Asma binti Abubakar, dan sejak kecil Aisyah ikut mengasuhnya hingga ia amat sayang pada bibinya tersebut. Atas sikap kedermawanan bibinya ini, ia pernah berkata pada salah seorang sahabat, "Saya harus menghentikan kebiasaan bibi yang selalu banyak bersedekah ini…"
Ucapannya itu ternyata sampai kepada Aisyah, dan ia merasa sangat marah kepada keponakannya, ia berkata, "Mengapa engkau melarang aku bersedekah?"
Sambil berkata seperti itu, ia bersumpah tidak akan berbicara lagi dengan Abdullah bin Zubair. Bagaimanapun juga sikap dermawannya itu adalah didikan dan juga dukungan penuh Rasulullah SAW selama ia hidup bersama beliau, sehingga tak mungkin ia meninggalkan atau merubahnya.
Ibnu Zubair menyadari kesalahannya, ia berusaha untuk meminta maaf dan meminta bibinya membatalkan sumpahnya tersebut, tetapi Aisyah tetap teguh dengan sumpahnya. Beberapa sahabat datang untuk membujuknya membatalkan sumpahnya tetapi tidak berhasil juga. Akhirnya ia meminta bantuan Hasan dan Husain, dua cucu kesayangan Rasulullah SAW. Dengan suatu siasat Ibnu Zubair berhasil menemui Aisyah, Hasan dan Husain mengingatkanmya berulang-ulang akan larangan Nabi SAW memutuskan silaturahmi, sehingga akhirnya Aisyah luluh juga. Ia membebaskan dua orang budaknya sebagai kafarat membatalkan sumpahnya.
Aisyah seringkali menangis jika mengingat masalah ini. Pertama karena ketergesaannya dalam bersumpah, sehingga membawa dampak yang luas bagi orang-orang di sekitarnya, dan kedua karena ia harus melanggar dan membatalkan sumpah yang diucapkannya sendiri. Begitu menyesalnya, sehingga air matanya mengalir deras membasahi kain yang dipakainya.
Aisyah adalah seorang yang sangat cerdas, masa kanak-kanak dan remajanya bisa dikatakan dihabiskan bersama Rasulullah SAW. Namun demikian ia mampu menghafal begitu banyak Hadits dan juga ayat Al Qur'an, padahal saat itu belum populer alat tulis dan buku catatan sebagai sarana penyimpan informasi. Tak kurang dari 2.210 hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah. Tidak hanya itu, ia juga mampu memberikan solusi berbagai permasalahan agama yang mucul kemudian, berdasarkan apa yang dialaminya bersama Rasulullah SAW. Apa yang disabdakan dan dilakukan beliau, menjadi dasar acuannya dalam memberikan solusi. Tak jarang beberapa sahabat terkemuka mendatangi Aisyah untuk meminta pertimbangan.

SIFAT SIFAT WANITA YG BAIK UTK DIJADIKAN ISTRI DAN IBU BAGI ANAK ANAKMU

Saturday, May 2, 2015

SIFAT SIFAT WANITA YG BAIK UTK DIJADIKAN ISTRI DAN IBU BAGI ANAK ANAKMU



1. Seorang perempuan yang beragama dan mempunyai sifat-sifat solehah serta takut akan Allah Subhannahu wa Ta'ala dan senantiasa menjauhkan diri daripada larangan-Nya dan perkara-perkara yang haram.
Ini adalah berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi Wasallam. yang bermaksud :
"Menikahi wanita itu karena hartanya,cantiknya, dan krn keturunan,dan karena agamanya, maka utamakan olehmu menikah dengan wanita yang mempunyai agama yg baik”
Dalam sabda Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam yang lainnya juga disampaikan bahwa:
“Barang siapa menikahi wanita karena hartanya, dan karena cantik rupanya, niscaya diharamkan akan hartanya dan cantik rupanya yakni diambil akan hartanya dan cantik rupanya dan barang siapa yang menikahi wanita karena agamanya niscaya diberi rezeki oleh Allah akan hartanya dan cantik rupanya.” (Al-hadits)
Maksud hadits tsb bhw harta dan rupa paras tidak dipentingkan dalam Islam.agamanyalah yg dipentingkan dan diutamakan!^^
Dalam hadits lain ada menyebut bahwa salah satu ciri wanita yang baik adalah apabila suami memandang isteri, si suami akan merasa senang dan tenang. Ini berdasarkan jawaban Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada sahabat apabila ditanya ‘Siapakah perempuan yang baik itu”. Maka jawab Rasulullah: “Perempuan yang baik itu ialah yang apabila engkau pandang mukanya, engkau akan rasa tentram”.
Maka dapat dikatakan bahwa paras rupa juga merupakan satu kriteria dalam memilih isteri. Walau bagaimana pun Rasulullah juga memberi amaran kepada lelaki supaya tidak memilih isteri semata-mata krn cantik rupa paras dan kekayaan saja krn ianya dikhawatirkan akan menjadi puncak kepada kepincangan sebuah rumah tangga.
Seperti mana sabda Rasulullah yang bermaksud ; “Janganlah kamu kawini perempuan itu karena keturunanya semata-mata krn dikhawatirkan disebabkan keturunan dan cantiknya menyebabkan kamu dihina olehnya,dan jangan kamu nikahi seorang perempuan semata-mata krn hartanya krn ditakuti hartanya menyebabkan dia melampaui batas terhadap kamu,tetapi hendaklah kamu nikahi seorang perempuan itu krn agamanya disamping paras rupanya yg cantik dan dari keluarga yang berharta”.
Namun Rasulullah tetap menyarankan supaya kriteria pertama yang akan dipilih apabila memilih isteri adalah dari segi agamanya seperti maksud sabdanya “Kalau sekiranya isteri kamu seorang hamba yang hitam kulitnya tetapi mempunyai agama yang kuat maka itu adalah lebih baik bagimu”.
2. Disunatkan memilih seorang perempuan yang baik perangai dan akhlaknya krn ia akan membantu dalam menyempurnakan ibadah terhadap Allah Azza wa Jalla.
Dikatakan bahwa seorang pempuan yang buruk perangainya dan jahat lidahnya akan mendatangkan banyak mudharat di dalam sebuah keluarga daripada manfaatnya melainkan suaminya itu adalah seorang yang sangat sabar orangnya dlm menghadapi isterinya.
Dalam hal ini dinyatakan juga bhw ada enam (6) sifat perempuan yang disarankan menghindarkan apabila memilih calon isteri.
Yaitu :
1.Sifat Al-Annaanah.
Perempuan yang banyakkan berkeluh kesah dan suka mengadu-ngadu padahal dia senantiasa menghiasi dirinya.
Jika dinikahi perempuan yang demikian akan menyakitkan hati dan tidak mendapatkan kebajikan dlm rumah tangganya.
2.Sifat Al-Mannaanah.
Perempuan yang banyak mengungkit terhadap suaminya,yaitu:
seorang isteri yang suka mengungkit tentang kebaikkannya ataupun keburukkan suaminya dalam kehidupan sehari" bersama suaminya.
3.Sifat Al-Hannaanah.
Perempuan yang membanding"kan suaminya dgn pria lain,hingga berkeinginan terhadap pria lain selain suaminya.
Diwajibkan kepada lelaki supaya menjauhi perempuan yang bersifat tersebut karena banyak mudharatnya.lbh baik tinggalkan dan menjauh dari perempuan tsb krn tdk bermanfaat.^^
4.Sifat Al-Haddaaqah.
Perempuan yang gemar akan tiap-tiap sesuatu dan iri pd org lain,dengan itu ia memberatkan suaminya,menuntut suami untuk membeli barang yg diinginkan seperti milik org lain tersebut.
5.Sifat Al-Barraaqah.
Terdapat dua sifat Al-Barraqah iaitu :
A. Terlalu suka menghias diri dan mencantikkan wajahnya secara menor dan berlebih"an diluar batas agar dinilai bagus oleh org lain.
B.Suka marah" pd rezeki yang didapat dan senantiasa merasa pemberian suami tidak mencukupi.merasa kurang terus,mana cukup buat belanja,mana cukup uangmu,tau ga harga dipasar mahal?? Tahu ga beras mahal? Tahu ga beli ayam mahal?tahu ga beli make up mahal?? Baju mahal? Baju anak" itu mahal",tahu ga?? Tahu ga beli pasar mahal-halaahh bagaimane ni cek ? Beli tahu je,hehe^^ (Termasuk sifat suka membandingkan pemberian suami dengan orang lain yang mendapat lebih baik dari suami mereka pada anggapannya),kok suami dia bisa kaya? Kok suami dia bisa kerja ga pulang" bertahun" tapi kaya? Kok bisa suami dia jabatannya lbh rendah darimu tapi kaya,punya mobil,punya motor,punya rumah bagus,punya sapi  ? Kok kamu jabatan tinggi naek angkot? Rumah bocor? Uang ga cukup sebulan ?? Kok mereka bisa ?? Cari kerja yg lain dong biar kaya,ngapain kek,kalo sayang istri usaha dong,cari duit yg banyak biar kayak org" itu !! - hallaaah..ga mikir toch si istri kenapa begitu suami? Wong hidupnya yg boros,royal ga bisa ngatur keuangan lah kok disalahin suami yg bergaji lbh dr 8 jt sebulan ?? Weleh weleh..hehe^^ ( misalnya loh ini ya,hehe)
6.Sifat Al-Sallaaqah.
Perempuan yang suka melebih"kan pembicaraan,suka bergosip,suka nguping urusan orang,
Yaitu perempuan yang suka bercakap sesuatu yang tidak berfaedah dan berbau umpatan.gosip..gosippp..ngomongin orang,fitnah sana,fitnah sini,maki sana maki sini,nyalahin sana nyalahin sini,ngumpat sana ngumpat sini,merendahkan sana,merendahkan sini,mencela sana mencela sini,ghibah sana ghibah sini,ngadu domba sana ngadu domba sini,dll^^
Selain itu menurut kata Saidina Ali r.a, terdapat juga sifat-sifat yang dianggap tidak baik jika ada pada seorang lelaki tetapi ianya baik jika terdapat pada seorang perempuan,yaitu :
A.Sifat Al-Baqlu.
Sifat kikir / kedekut karena dengan sifat ini akan terpelihara harta suami.
B.Sifat Az-Zahhu.
Sifat membesarkan diri / sombong krn apabila seseorang perempuan itu membesarkan dirinya maka enggan dia untuk berkata-kata dengan semua orang dengan perkataan yang lemah lembut. Maka dengan itu akan terpeliharalah suami dari perasaan cemburu dan gelisah.
C.Sifat Al-Jubnu.
Sifat penakut karena dengan sifat ini akan terhindar utk dia berani keluar rumah sesuka hati tanpa seizin suami dgn tak mengenal hari dan waktu.
(Kabur misalnya berhari",atau jalan" ngilangin mumet dirumah)
Sifat ini juga akan memelihara seorang isteri daripada sifat cemburu dan perasaan curiga suami.
3. Disunatkan memilih perempuan yang cantik rupa parasnya.
Disarankan untuk memilih seorang perempuan yang cantik rupa parasnya karena dengannya semoga akan terhindar keinginan lelaki tersebut untuk memandang akan perempuan yang lainnya. Namun di ingatkan lagi bahwa di larang untuk menikahi seorang perempuan yang cantik tetapi tidak mempunyai agama,tidak mengerti ttg agama.
Dalam hal ini kita disarankan juga untuk memilih seorang perempuan yang kurang cantik dari segi paras rupanya asalkan perempuan tersebut kuat beragama dan cantik akhlaknya,yakni berakhlak mulia .
jika pernikahan tersebut semata-mata untuk mengikut sunnah Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam dan untuk mendapatkan Ridha-Nya serta untuk membantunya mendptkan rumahtangga yg sakinah,mawaddah dan rahmah,maka kebanyakkan orang-orang alim nan soleh memilih perempuan yang berakhlak mulia dan baik agamanya untuk dijadikan isteri.
4. Disunatkan untuk memilih seorang perempuan yang mas kawinnya kurang / murah,tdk menuntut harus mahal,harus begini begitu. karena sabda Rasulullah yang maksudnya :
“yang terlebih baik perempuan itu ialah yang terlebih baik mukanya dan yang terlebih murah isi mahar kawinnya” al hadits.
Dan dalam hadist Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wasallam. yang lainnya bermaksud “Setengah dari baraqah maka perempuan itu yaitu segerakan dipersuamikan dan di segerakan rahimnya itu kepada beranak”(al-hadits)
Secara ringkasnya tanda-tanda seorang perempuan yang baik adalah Rendah mas kahwinnya, Disegerakan pernikahannya.dan menyegerakan untuk mendapat anak.
5. Disunatkan memilih perempuan yang banyak beranak / melahirkan anak krn sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. maksudnya ,"utamakanlah menikah dengan perempuan yang banyak anak dan perempuan yang banyak kasih sayangnya pada suaminya”

6. Disunatkan memilih perempuan yang masih muda(perawan) karena menurut Rasulullah apabila menikahi perempuan(yg muda-perawan) akan menjadi lebih mesra hubungan antara suami dan isteri.

7. Di sunatkan memilih perempuan yang berasal dari keturunan yang baik ,yaitu perempuan itu terdiri daripada anak cucu dikalangan orang yang beragama dan anak cucu dari orang yang soleh serta alim.
Di utamakan memilih perempuan mau pun lelaki dari kalangan yang baik-baik krn menurut Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, sifat baik dari ibu bapak kadang kala akan di warisi oleh anak dari lelaki maupun perempuan. “Keturunan baik itu akan diwarisi oleh anak-anaknya”
Di samping itu Rasulullah menasehatkan supaya lelaki berhati-hati apabila memilih perempuan agar tidak memilih perempuan yang mempunyai paras rupa yang cantik berasal dari keturunan yang buruk&rusak akhlaknya.
8. Disunatkan memilih perempuan yang bukan dari kerabat dekat,karena yang demikian itu mengurangkan syahwat. Sabda Nabi Shallallahu'Alaihi Wasallam pula menyebut yang maksudnya:
“Jangan kamu nikahi perempuan dari kerabat dekat,bahwa sesungguhnya anak itu dijadikan lemah tubuhnya” (al-hadits)
Demikianlah delapan(8) sifat wanita yang di nyatakan oleh Imam Al-Ghazali di dalam kitabnya.
Semoga memahami yg disampaikan dgn hikmah yg baik.^^


Barakallahu^^


LEMAHNYA SIKAP CEMBURU
Sabda Rasulullah Tentang Ikhtilat

Thursday, April 30, 2015

Perang Tabuk


Adanya peristiwa penaklukan kota Mekah membuat seluruh Semenanjung Arabia berada di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Melihat kenyataan itu, Heraklius, penguasa Romawi Timur, menyusun pasukan besar untuk menyerang kaum Muslim. perang ini adalah kota Tabuk, perbatasan antara Semenanjung Arabia dan Syam (Suriah). Pasukan Muslimin kemudian menyiapkan diri dengan menghimpun kekuatan yang besar karena pada masa itu banyak pahlawan Islam yang menyediakan diri untuk berperang bersama Nabi SAW. Pasukan Romawi mundur menarik diri setelah melihat besarnya jumlah pasukan Islam. Nabi SAW tidak melakukan pengejaran tetapi berkemah di Tabuk. Di sini Nabi SAW membuat perjanjian dengan penduduk setempat sehingga daerah perbatasan tersebut dapat dirangkul dalam barisan Islam.
Pada bulan Rajab tahun ke-9 H, Nabi saw. menerima laporan bahwa kaum Muslimin yang bermukim di barat daya perbatasan Arabia, mendapat ancaman dari kekaisaran Romawi dan berhajat untuk menyerang wilayah-wilayah Islam. Setelah mempersiapkan pasukan, Nabi saw mengumumkan rencananya kepada khalayak ramai. Cara ini berbeda dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat sebelumnya. Dahulu, beliau merahasiakan niatnya. Kali ini beliau memberitahukan kepada khalayak secara terbuka. Masyarakat mempersembahkan segala sesuatu yang diperlukan oleh pasukan Muslimin. Mereka dengan antusias dan penuh semangat mengorbankan harta, bahkan kaum wanita merelakan simpanan perhiasan mereka untuk digunakan dalam peperangan .
Nabi mengadakan persiapan untuk menghadapi tantangan ini. Tetapi mengalami banyak kesulitan, karena cuaca waktu itu sangat panas. Sungguhpun begitu semangat juang kaum Mukminin tidak luntur sedikit pun. Setelah mempersiapkan pasukan, Nabi saw mengumumkan rencananya kepada khalayak ramai. Cara ini berbeda dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat sebelumnya. Dahulu, beliau merahasiakan niatnya. Kali ini beliau memberitahukan kepada khalayak secara terbuka. Masyarakat mempersembahkan segala sesuatu yang diperlukan oleh pasukan Muslimin. Mereka dengan antusias dan penuh semangat mengorbankan harta, bahkan kaum wanita merelakan simpanan perhiasan mereka untuk digunakan dalam peperangan .
Ada tiga orang sahabat yang bersedia mengeluarkan biaya untuk keperluan itu. Abu Bakar menginfakkan 40.000 dirham, Umar menyedekahkan seperdua dari nilai kekayaannya, dan Utsman pun begitu. Namun uang sebesar itu baru bisa menutup sepertiga ongkos perang atau baru bisa membiayai pasukan sejumlah 10.000 orang. Padahal Nabi berhasil menghimpun 30.000 orang tentara yang terdiri atas 20.000 infanteri dan 10.000 orang tentara berkuda (kavaleri). Ini merupakan pasukan terbesar sepanjang sejarah peperangan bangsa-bangsa Arab, sampai dewasa ini.
Nabi dan pasukannya segera mencapai Desa Tabuk. Tetapi setelah bersiaga selama lebih kurang 20 hari, ternyata pasukan Romawi dan sekutu-sekutunya tidak juga kunjung datang, sehingga Nabi pulang ke Madinah.

Perang Hunain


Setelah kejatuhan pusat kekuatan kaum musyrikin oleh kaum Muslimin, para penyembah berhala itu tetap diperbolehkan tinggal di sekeliling Ka’bah. Mereka merasa malu dan bagitu ketakutan. Oleh karena itu, mereka mengundang kabilah masing-masing untuk berkumpul. Mereka memutuskan bahwa untuk mengalahkan kaum Muslimin, hendaknya mereka bersekutu dalam menghancurkan pasukan Muslimin itu.
Dalam pertemuan itu, diputuskanlah kepala kabilah Hawazan sebagai panglima mereka. Perang Hunain berlangsung antara kaum Muslim melawan kaum Quraisy yang terdiri dari Bani Hawazin, Bani Saqif, Bani Nasr dan Bani Jusyam. Perang Hunain merupakan balas dendam kaum Quraisy karena peristiwa Fath al-Makkah. Pada awalnya pasukan musuh berhasil mengacaubalaukan pasukan Islam sehingga banyak pasukan Islam yang gugur. Perang ini terjadi di Lembah Hunain, sekitar 70 km dari Mekah.
Perang ini terjadi pada tangal 10 Syawal tahun 8 Hijriah, yaitu beberapa hari setelah penaklukan kota Makkah. Awalnya ialah pemimpin-pemimpin kabilah Hawazin dan Tsaqif khawatir kalau setelah Makkah takluk akan tiba giliran mereka ditaklukkan. Karena itu mereka berinisiatif untuk menyerang kaum Muslimin lebih dahulu. Dikumpulkanlah seluruh rakyat berikut semua harta benda yang mereka miliki untuk dibawa ke medan perang. Pasukan mereka itu dipimpin oleh Malik bin Auf, dengan pasukan yang jumlahnya hampir mencapai 30 ribu prajurit.
Di pihak Islam, Nabi mengomandokan kaum Muslimin agar bersiap-siap untuk menghadapi tantangan itu. Pasukan Islam yang terdiri dari sahabat-sahabat Nabi yang telah lama masuk Islam dan yang baru, keluar bersama Nabi. Sesampainya di Lembah Hunain, mereka disergap oleh tentara-tentara Hawazin dan sekutu-sekutunya.
Tetapi serbuan mendadak ini berhasil diatasi, sehingga orang-orang sibuk mengambil harta benda yang ditinggalkan oleh musuh. Dalam kesibukan itulah musuh kembali mengambil inisiatif untuk kembali menyerang dan mengakibatkan porak-porandanya pasukan Islam. Mereka semakin kocar-kacir setelah mendengar psywar bahwa Nabi telah terbunuh.


Berkali-kali Nabi menyerukan bahwa dirinya masih hidup, tetapi hanya beberapa kelompok Muhajirin dan Anshar saja yang tetap bertahan. Kemudian Abbas kembali meneriakkan hal yang sama sehingga berhasil mengumpulkan pasukan yang sudah kacau-balau itu, bahkan berhasil kembali mengungguli musuh dan memboyong harta rampasan yang berlimpah ruah.
Pasukan Muslimin tiba di lembah Hunain pada malam Selasa tanggal 10 Syawal. Pasukan Islam beristirahat di tempat itu. Rencananya, mereka akan bergerak memasuki lembah Hunain pada Shubuh hari. Pihak musuh yang telah siaga menyambut kedatangan mereka dengan bersembunyi di balik ilalang. Setelah melihat musuh menampakkan diri, mereka lalu menyergap dari empat penjuru. Di tengah kegelapan malam, kuda-kuda yang ditunggangi pasukan Muslimin itu membuat kegaduhan. Kegaduhan ini menjadi ramai oleh sekitar 2.000 muallaf (Muslim baru). Para muallaf itu melarikan diri, dipimpin oleh Khalid bin Walid. Pelarian diri itu telah membuat musuh menjadi tambah semangat untuk menceraiberaikan pasukan Muslimin. Hanya 10 orang sahabat yang bersiaga di samping Nabi saw. Merekalah yang membela beliau dari ancaman pedang musuh. beliau memerintahkan mereka untuk lari mencari pertolongan .