SAYA MOHON MAAF JIKA DI DALAM BLOG SAYA TERDAPAT KESALAHAN DAN KEKURANGAN DALAM MEYAMPAIKAN KARNA SAYA JUGA MANUSIA YANG TIDAK LEPAS DARI KESALAHAN BAGI PENGUNJUNG MOHON KRITIK DAN SARANNYA UNTUK SAYA
Showing posts with label Komunikasi organisasi. Show all posts
Showing posts with label Komunikasi organisasi. Show all posts

Tuesday, May 29, 2018

SEMINAR ONLINE Wıth Head of PPI Dunia

Date    :  Selasa, 29 Mei 2018
Time   :  01 :00 WIB              


Moderator
@Feni Resita, saya mulai ya.


Jadi saya diminta untuk bisa sharing ke teman-teman terkait Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait goal ke-17 nya. InsyaAllah ini modelnya kita sambil sharing aja ya, tuker pikiran gmn upaya kita bisa turut mendukung terpenuhi nya target-target SDGs ini.

Speaker PPI DUNIA
@Pandu Utama Manggala

Sebelum membahas terkait Goals ke-17 nya, saya ingin sedikit ngasih pemahaman dasar dulu apa sih itu yang disebut dengan SDGs, sekadar merefresh lagi aja dan semoga tentunya teman-teman juga udah tau atau at least pernah denger yang namanya SDGs ini ya. :)

Jadi SDGs adalah program pembangunan berkelanjutan yang telah disepakati oleh negara-negara di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Di dalamnya terdapat 17 tujuan dengan 169 target terukur untuk dapat dicapai pada tahun 2030

SDGs ini disepakati pada tanggal 21 Oktober 2015 untuk menggantikan program sebelumnya yakni Millennium Development Goals (MDGs) yang targetnya selesai pada tahun 2015. Pada dasarnya tujuan SDGs dan MDGs ini sama, yakni penanggulangan kelaparan dan kemiskinan dunia. 

Jadi SDGs ini adalah kelanjutan dari MDGs dengan cakupan yang diperluas.
MDGs hanya memiliki 8 tujuan sedangkan SDGs memiliki 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dengan 169 target yang harus dicapai.

Tujuan SDGs secara umum bs dibagi ke dlm tiga dimensi, yakni: a) Pertumbuhan Ekonomi; b) Inklusi Sosial; dan c) Perlindungan terhadap Lingkungan.

Dalam upaya mencapai tujuan serta target SDGs ini, ga hanya dibebankan ke Pemerintah aja lho tapi juga sistemnya adalah lintas sektoral, jadi tentunya organisasi internasional, kelompok-kelompok kepentingan, para ahli dan kita sebagai masyarakat pun turut berperan terhadap tercapainya targetan-targetan yang telah ditetapkan dalam SDGs.

Pemerintah berupaya men-translate indicator-indikator yang telah ditetapkan oleh PBB ke dlm rencana aksi nasional, dan dari situ lintas sektoral di Indonesia kemudian harus bahu membahu mewujudkannya.
17 Tujuan SDGs

Nah apa sih jadi 17 tujuan SDGs itu, cukup banyak dan detail, meliputi upaya mengakhiri kelaparan, kemiskinan, membangun infrastruktur, ketahanan pangan, pengelolaan air bersih, pertumbuhan ekonomi inklusif dan lainnya. Untuk lengkapnya silahkan lihat di gambar berikut yak e-17 tujuan SDGs tersebut: 


Setiap pilar dalam SDGs tersebut telah memiliki rencana-rencana aksi nasional yang harus dikejar oleh masing-masing negara.

Tujuan ke 17: Kemitraan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan

Nah setelah secara umum kita melihat apa yang disebut SDGs, mari kita masuk ke dalam Tujuan ke 17, tujuan ini menjadi tujuan terakhir karena ini lah sebenarnya yang menjadi inti keberhasilan dari SDGs, harus adanya kolaborasi dan sinergi antar negara-negara di dunia dalam sebuah kerjasama global.

Scara umum, target-target yang diharapkan dapat tercipta di tujuan ke-17 ini adalah:

1.  Sektor keuangan yang kuat (pengelolaan hutang, komitmen negara maju memberikan bantuan      internasional, mendorong investasi dsb)
2.  Teknologi (mendukung transfer teknologi, mendorong terciptanya inovasi tekologi dsb)
3.   Perdagangan internasional (meningkatkan ekspor negara berkembang, meminimalisir bea masuk dsb)
4.   Peningkatan kapasitas (melalui pemberian training-training kepada kelompok masyarakat            khususnya yang marjinal)
5.  Memberkuat kolaborasi dan koordinasi kebijakan internasional
6.  Akuntabilitas kerjasama

Nah sekarang masuk ke inti yang pgn sy sharing juga, Bagaimana Pemuda dapat Berperan dalam mendukung tercapainya SDGs?

Saya ingin memulai dengan mengingatkan lagi jargon Pemerintah Indonesia pada saat Sumpah Pemuda kemarin: “Kita Tidak Sama, Kita Kerja Sama”.

Jargon yg cukup menyentil, kita tidak sama, kita kerja sama. Cukup kuat di isu kebhinekaan, isu kerjasama, kolaborasi menjadi penting.

Ini berarti kita harus membuka ruang partisipasi sebanyak-banyak nya. Yang muda bukan ancaman, yang senior jg bukan musuh. Kita bs membangun jembatan yang baik, yang muda dngan semangatnya, yang senior dengan kebijaksanaan dan pengalamannya.
Banyak kini yang memprediksi Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi dunia, khususnya dengan bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia di tahun 2030.

GDP Indonesia saat ini 932 Milyar USD, dengan populasi 261 juta penduduk dan tingkat pertumbuhan ekonomi 5.3%, cukup tinggi di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Indonesia kini memiliki jumlah populasi penduduk muda terbesar, mencapai 165 juta dari 261 juta penduduk, lebih dari setengah total penduduk Indonesia. Dan ini lebih luas lho dari total penduduk Singapura (hanya 4.5 juta), Australia (sekitar 24 juta penduduk) dan bahkan Malaysia (29 juta penduduk)

Pada tahun 2030 diperkirakan total penduduk Indonesia akan mencapai 305 juta penduduk, dengan usia muda mencapai 68% dari total penduduknya.

Hal ini artinya apa? Ekonomi Indonesia akan terus tumbuh. Indonesia diperkirakan akan masuk ke dalam 4 besar ekonomi dunia. Tahun 2045, pas 100 tahun Indonesia merdeka, ekonomi Indonesia naik dari 932 milyar USD menjadi 9.1 trillion USD di 2045

Pendapatan perkapita, atau pendapatan per orang selama satu tahun akan naik dari 3500 usd (40 juta rupiah/tahun) menjadi 29.300 USD atau setara 350 juta rupiah pertahun di tahun 2045. Angka yang sangat besar, bukan teman-teman?

Pertanyaannya akan dimana peran kita ketika itu di 2045, atau bahkan di tahun 2030??

Ini hanya hitungan 12 tahun atau 27 tahun lagi lho. Cb hitung jg usia kita, kita akan ada di umur berapa di tahun 2030 dan 2045?

Ya benar, kita akan ada di usia 40-50an tahun kan, usia yang tengah matang-matangnya, dan tentunya adalah usia rata2 pemimpin Indonesia.

Di tahun 2030-2045, insyaAllah kita2 ini lah yang akan jadi pemimpin Indonesia. Pertanyaannya, dmn dan apa peran kita ketika itu? dan kita mau ngapain untuk bangsa Indonesia ini ?? Mampu ga kita memanfaatkan momentum emas Indonesia ini??

Pertanyaan yang menurut sy hanya bisa dijawab dengan KOLABORASI!!
Pemuda saat ini jangan hanya memikirkan diri sendiri aja, tapi juga harus bisa memainkan peran sosial, aktif di organisasi.

Tidak hanya organisasi antar pemuda Indonesia aja, tapi juga dengan teman-teman dari negara lain. Harus mampu bersosialisasi di lingkup internasional.

Hasilkan karya-karya buat Indonesia, manfaatkan perkembangan teknologi. Ingat internet itu ga sebatas hanya Youtube, Facebook atau Instagram aja, banyak kolaborasi yang bisa tercipta saat ini. Lihat sekarang start up sudah menjamur di Indonesia. 

Banyak anak muda mendirikan start up-start up, yang terpenting adalah ide dan inovasi skrg. Stlh kita memiliki ide dan inovasi itu, jangan lupa saling sharing, kerjasama, kolaborasi sehingga ide kita bisa tersalurkan lebih luas.

Hanya dengan cara tsb kita bisa turut mendukung pembangunan Indonesia.

Terkait SDGs, apa yg bs kita bantu untuk itu? kita harus tularkan semangat nya, kita bicarakan SDGs di forum2, perkenalkan apa saja ke 17 tujuan yang terdapat di SDGs, pahami tujuannya. Dan pilih di fokus mana kita mau turut menyukseskan program2 SDGs ini. Masing-masing dari kita harus berperan.

Indonesia tak tersusun dari batas peta, tapi dari gerak dan peran besar kaum muda-nya 

Pemuda hari ini harus turun tangan, berkarya nyata menjawab tantangan dan peluang yang ada di depan untuk Indonesia.

Demikian kira-kira sedikit sharing dari saya, semoga ga terlalu cepat. Silahkan dicerna aja dulu ya :) Dan mari berdiskusi!!

Session Quetions 

Olo Marasi Siagian_Universitas Riau
Bagaimana bisa membuat peluang untuk menjadi bagian dari student exchange keluar negeri? 

#Speaker.
Answer by Pandu Utama Manggala 

Ok saya jawab dl ya dari Marasi Siagian, terima kasih jg ya pertanyaannya :)
Gmn bisa student exchange?

Cara paling mendasar: Rajin mencari peluang.
Saya tadi bilang internet itu luas ga hanya social media, pun demikian dengan info2 peluang beasiswa atau student exchange lainnya. Jd cari tau dl info mendasar yg byk bertebaran di dunia digital, jangan malas membaca dan mencari ilmu karena setelah kt keluar negeri, kita ini harus independen ga bs bergantung dari orang lain :) 

Jefri_UIR
Apakah indikator kebangkitan ekonomi indonesia seperti yg disampaikan itu hnya krna jumlah pemuda indonesia yang bnyak saja? Sementara kita juga ingt bahwa kwalitas pemuda jauh lebih utama daripada kuantitasnya.

#Speaker.
Answer by Pandu Utama Manggala 

Betul banget, saya setuju. Indikator yang sy sebutkan tadi itu adalah hasil dari beberapa kajian dan riset2 dari lembaga internasional, kita jelas memiliki modal sosial yang kuat untuk membangkitkan Indonesia.

Tapi betul, angka-angka itu hanya akan jadi prediksi kalau pemuda Indonesia nya hanya berdiam diri aja dan ga ningkatin kualitas nya.

Bonus demografi yang akan dimiliki Indonesia akan jd “Sampah Demografi” kalau pemuda nya masih malas2an, gamau ningkatin kualitas diri.

Kuncinya juga makanya bagaimana kita bisa memaksimalkan bonus demografi itu biar penduduk muda Indonesia bisa terus berkarya buat menggiatkan ekonomi Indonesia yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan.

Kuncinya lagi untuk itu, pendidikan harus jadi yang utama juga. Kita harus punya mimpi untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, dan ketika udah mendapatkan kesempatan itu, jangan hanya di keep buat diri sendiri, rajin aktif terlibat di kegiatan kemasyarakatan, sampaikan ilmu yg kt dapet untuk tmn2 kita yang blm memiliki kesempatan itu, kita bagi semangat dan mimpi yang kita punya juga. Kira2 seperti itu :) 

Poniran_Universitas Riau 
Assalamualaikum, saya sangat excited sekali dengan diskusi yang disampaikan oleh pemateri kita Kakak Pandu. Sebagai mahasiswa yang tergolong baru di semester 4 ini, saya sering mengikuti lomba essai dalam tema SDGs untuk membantu pemerintah menyelesaikan problematika bangsa ini. Jadi kakanda Pandu yang saya hormati saya ingin bertanya mengenai arti dari bonus demografi bagaimana ya ?

Dan menurut kak pandu, apakah semua elemen masyarakat di Indonesia sudah mengetahui program SDGs secara sempurna seperti yang kakak jelaskan ? 
Mohon penjelasannya ya kak. Terimakasih

#Speaker.
Answer by Pandu Utama Manggala 

Waalaykumsalam Poniran, makasih ya buat pertanyaannya.
Bonus demografi sperti yang sy sampaikan tadi adalah bagaimana Indonesia akan memiliki jumlah penduduk usia muda 17-35 tahun yang besar. 2030 diprediksi total penduduk Indonesia akan melonjak ke 300 juta penduduk, dan usia muda mencapai 68% nya atau sekitar 204 juta! Itu gede banget, totalnya mungkin sluruh negara di asia tenggara kalau digabungin jg masih kalah dengan penduduk usia muda Indonesia.

Itu artinya, jumlah angkatan kerja akan semakin tinggi, dan tentunya dapat menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Nah ini tantangannya, mampu ga Indonesia mewujudkan itu? Klo pemudanya malas2an dan ga bs bersaing ya, akan melempem juga bangsa ini :)

Aulia putri islami_STKIP ADZKIA PADANG
salah satu tujuan sdgs adalah membangun pendidikan yang inklusif. Bagaimana caranya kita sebagai mahasiswa mendapat hak penuh atas pendidikan. Misalkan saja dalam hal beasiswa  ?

#Speaker.
Answer by Pandu Utama Manggala 

Menarik ini tentang pendidikan yang inklusif. Kita harus tau apa sih hakekat pendidikat itu? pendidikan itu adalah instrumen untuk mempertajam pikiran, memperhalus perasaan dan menumbuhkan kebijakan

Pendidikan juga harus jd instrumen untuk menggerakan, menginspirasi dan memberi gagasan. Jadi ketika dapat kesempatan kuliah pendidikan tinggi, kita jangan lupa jg berbagi dgn saudara2 kita yg blm dpt kesempatan mengenyam pendidikan sperti kita :)

Yumni Amalina_Universitas Negeri Makassar
terima kasih atas kesempatannya pertanyaan saya bagaimana harusnya kita sebagai pemuda dapat berkonstribusi untuk bangsa?  SDGs dibidang apa yang lebih cocok dikembangkan?

#Speaker.
Answer by Pandu Utama Manggala 

Terkait SDGs, ini masih jd problem spertinya. Msh blm banyak menurut sy yang mengetahui secara mendetail apa saja sih 17 tujuan dari SDGs itu dan bagaimana kita bs turut membantu menyukseskannya. 

Kuncinya makanya menjadikan SDGs ini sebagai diskursus di ruang publik
Lalu untuk Ymni, saran saya, kenali dl 17 tujuan SDGs itu sendiri, ada banyak fokus yang bs kita dalamin dan tentunya nanti harus sesuai passion kita, dmn kita merasa memiliki semangat untuk bergerak. 

Semuanya cocok dikembangkan sesuai minat dan jg tentunya background dr msg2 kita :)
yang penting kuncinya adalah Konsisten dalam berkontribusi dlm bidang apapun yg kita geluti :)

Reski Febriani _ UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Bagaimana caranya memperkuat sektor keuangan lewat pengelolaan hutang dan investasi? karena bagi masyarakat awam, negara yang terus terusan berhutang selalu mendapat respon negatif. belum lagi mayoritas investor berasal dari negara asing. dikhawatirkan kekayaan indonesia suatu saat akan dimiliki oleh asing jika investasinya seperti itu. sedangkan WNI sendiri tidak bisa berperan lebih dalam menginvestasikan hartanya seperti orang asing.

#Speaker.
Answer by Pandu Utama Manggala 

Kalau menjelaskan terkait hutang sepertinya perlu satu sesi khusus sendiri, tapi secara simpelnya sy dpt bilang bahwa untuk menunjang pembangunan Indonesia, kita mesti memiliki pendanaan yang besar dan APBN kita ga cukup untuk itu, misal saja untuk membangun infrastruktur, pemerintah hanya dapat memfinance 40% dari APBN, sisanya itu didapat dari investasi.

Untuk itu pemerintah perlu juga mendatangkan investor asing. Jangan jadi xenophobia atau takut dengan asing, karena saat ini dunia sangat terglobalisasi

Dan kenapa APBN kt jg msh kurang? karena skrg itu, pembayar pajak di Indonesia hanya sekitar 40% aja dari total penduduk, msh minim kesadaran bayar pajak. Dan ini yang harus digiatkan jg, ketika tmn2 nanti punya penghasilan, jangan lupa jg untuk bayar pajak ya :) Kira2 itu simpelnya ya

KESIMPULAN
SEMINAR ONLINE IYALO 
The integrity Start From Youth
with PANDU UTAMA MANGGALA Ketua PPI Dunia

Terima kasih ya teman-teman untuk diskusinya juga, senang bisa sharing disini. Terakhir sy hanya ingin sampaikan, buat kita, pemuda,

Hal yang utama adalah untuk membayangkan Indonesia di masa depan. 10 atau 20 tahun ke depan, Indonesia akan jadi negara yang seperti apa dan dimanakah peran kita ketika itu.

Kita telah belajar bahwa bangsa Indonesia dibangun oleh kaum terdidik seperti Soekarno, Hatta, Natsir, Sjahrir dan lainnya. Sekarang, giliran kitalah yang menjadi pendorong untuk kemajuan bangsa. Sebagai pelajar, kita memiliki privilege untuk itu, karena kita kini dapat melihat dunia, kita dapat melihat bangunan Indonesia dari keilmuan yang lebih luas.

dimanapun berada, kita harus berupaya menjadi bagian dari sebuah dinamika peradaban, menjadi penggerak untuk mewujudkan harapan akan Indonesia yang lebih baik.

Apalah artinya kita menempuh pendidikan tinggi ini, apabila tidak membawa manfaat buat Indonesia. Apalah arti gelar yang kita miliki, apabila tidak memiliki kesadaran akan tanggung jawab dan peran sosial yang kita miliki. Sebagaimana bung Hatta pernah berujar: “Hanya satu tanah yang dapat disebut Tanah Airku, ia berkembang dengan usaha. Dan usaha itu, ialah usahaku”. 

Sulit rasanya membayangkan Indonesia akan menjadi sebuah bangsa yang besar dan bermartabat apabila kita tidak memulainya dengan usaha dan mimpi kita. Marilah kita sama-sama menjadi bagian dari gerakan intelektual pelajar Indonesia, menjadi insan intelektual yang progresif yang tidak hanya berwacana saja dan tidak hanya belajar serta bergerak untuk kemajuan diri sendiri saja, tetapi berpikir dan bertindak untuk bangsa dan agama.

Ini bs dibilang juga adalah inti kenapa tujuan ke 17 juga dinyatakan dgn kemitraan global, karena masing2 negara harus dapat meningkatkan kualitasnya dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan

Jadi jangan lupa ya untuk rajin membaca dan tentunya semoga sharing dr sy ini bs memantik rasa penasaran tmn2 semua jg ttg apa sih nilai dari kontribusi dan apa yang disebut SDGs itu

jangan hanya berhenti di wacana, langsung bergerak, pilih apa yang tmn2 mau fokuskan, dan mulailah berkarya

: kira2 itu aja dari saya, sekali lg terima kasih ya sudah diberi kesempatan sharing dgn tmn2 semua juga :) InsyaAllah sy jg terbuka nanti klo mau ada yg diskusi2 lanjutan lagi, bisa disapa juga di Instagram sy: @pandu_manggala atau bs juga intip apa aja aktivitas PPI Dunia di @ppidunia :)



Head of Program Development
IYALO,


Rahmad Rivaldi,S.I.Kom







Friday, May 22, 2015

KOMUNIKASI ORGANISASI



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan rahmat dan karunianya lah kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI. Terimakasih kami ucapkan kepada dosen pengampu komunikasi organisasi karena dengan bimbingannya jugalah kami dapat membuat makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah yang kami tulis masih jauh dari sempurna untuk itu kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun untuk pembuatan makalah selanjutnya. Semoga makalah yang kami buat bermanfaat bagi pembaca, dan atas perhatian kami ucapkan terimakasih.

                                                                                                Pekanbaru, Mei 2015
                                                                                   
                                                                                                          penulis



           



Komunikasi Organisasi

                                                         

  
DAFTAR ISI


 
KATA PENGANTAR.......................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................ii
BAB I
Pendahuluan.....................................................................................iii
a.       Latar belakang...............................................................iii
b.      Tujuan............................................................................iii
c.       Rumusan masalah..........................................................iii
BAB II
Pembahasan
A.    Defenisi Iklim Organisasi.............................................1
B.     Defenisi Iklim Komunikasi...........................................2
C.     Kepuasan Komunikasi Organisasi................................3
BAB III
Penutup
a.       Kesimpulan..................................................................5
Daftar Pustaka................................................................................6






                                                                                                                       
BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Untuk dapat menciptakan iklim komunikasi dan organisasi yang baik perlu memahami kedua hal tersebut serta keadaan karyawan. Pada makalah ini akan dibicarakan mengenai pengertian iklim organisasi, iklim komunikasi, kepuasan komunikasi organisasi, iklim komunikasi organisasi dan kepuasan kerja serta implikasi iklim komunikasi untuk pengembangan karier.

B.     Tujuian
Makalah ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dan pembaca agar mengetahui apa yang dimaksud dengan iklim komunikasi organisasi dan dapat membantu proses pembelajaran serta bisa dijadikan sebagai bahan diskusi.

C.     Rumusan masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan iklim organisasi itu?
2.      Apa yang dimaksud dengan iklim komunikasi?
3.      Dan apa saja kepuasan komunikasi organisasi?









                                                                   BAB II
                                                              
PEMBAHASAN

Iklim Komunikasi Organisasi
Iklim komunikasi dan organisasi merupakan hal yang perlu menjadi perhatian seorang pemimpin organisasi karena faktor tersebut banyak sedikitnya ikut mempengaruhi kepada tingkah laku karyawan. Untuk dapat menciptakan iklim komunikasi dan organisasi yang baik perlu memahami kedua hal tersebut serta keadaan karyawan. Pada makalah ini akan dibicarakan mengenai pengertian iklim organisasi, iklim komunikasi, kepuasan komunikasi organisasi, iklim komunikasi organisasi dan kepuasan kerja serta implikasi iklim komunikasi untuk pengembangan karier.
A.     Defenisi Iklim Organisasi
Konsep mengenai iklim organisasi telah mendapat perhatian kira-kira 30 tahun yang lalu tetapi sampai sekarang belum ada kesepakatan para ahli tentang itu. Telah banyak usaha yang telah dilakukan untuk memisahkan, menerangkan, dan menetukan tempatkonsepsi ini dalam teori organisasi. Bermacam defenisi dikemukakan dalam literatur mengenai iklim organisasi diantaranya seperti apa yang dikemukakan oleh Taiguri (1968) yang mengatakan iklim organisasi adalah kualitas yang relatif abadi dari lingkungan internal organisasi yang dialami oleh anggota-anggotanya, mempengaruhi tingkah laku mereka serta dapat diuraikan dalam istilah nilai-nilai suatu set karakteristik tertentu dari lingkungan.
Payne dan Pugh (1976) mendefenisikan iklim organisasi sebagai suatu konsep yang merefleksikan isi dan kekuatan dari nilai-nilai umum, norma, sikap, tingkah laku dan perasaan anggota terhadap suatu sistem sosial. Selanjutnya Litwin dan Stringer (1968) memberikan dimensi iklim organisasi sebagai berikut:
1.      Rasa tanggung jawab
2.      Standar atau harapan tentang kualitas pekerjaan
3.      Ganjaran atau reward
4.      Rasa persaudaraan
5.      Semangat tim
Kemudian Hillriger dan Slocum (Jablin, 1987) mengemukakan defenisi iklim organisasi dengan mempertimbangkan subsisttem dalam organisasi. Mereka mengatakan iklim organisasi adalah suatu set atribut organisasi dan subsistemnya yang dapat dirasakan oleh anggota organisasi, yang mungkin disebabkan oleh cara-cara organisasi atau subsistem, terhadap anggota dan lingkungannya.
                                                                                                                                    1
Dari defenisi-defenisi yang telah dikemukakan di atas, kelihatan bahwa para ahli belum sepakat tentang konsep iklim organisasi ini, tetapi walaupun demikian sudah ada kesepakatan umum mengenai atributnya tetapi juga ada hal-hal yang disepakati dan tidak disepakati menurut Tompkins (1985) adalah sebagai berikut:
1.      Ada konsensus bahwa iklim organisasi adalah suatu konsep yang masih menjadi konsep pembicaraan para ahli mengenai sifat yang dipunyai sistem secara keseluruhan atau organisasi secara keseluruhan atau submit organisasi.
2.      Juga ada persetujuan bahwa iklim lebih bersifat deskriftif daripada afektif atau evaluatif
3.      Juga diterima secara umum bahwa iklim timbul dari dan diperkuat oleh praktek organisasi yang mungkin terbatas pada aktifitas yang sistematis dan yang telah menjadi kebiasaan yang mendalam, serta penting oleh organisasi atau anggotanya
4.      Ada ketidak sepakatan mengenai bagaimana iklim itu secara umum
5.      Juga diperdebatkan apakah iklim itu konsep yang objektif atau subjektif
6.      Diperkirakan bahwa iklim organisasi mempengaruhi tingkah laku anggota organisasi
7.      Iklim juga mempunyai pertalian dengan kultur organisasi. Beberapa pengarang menyatakan bahwa iklim adalah suatu pengganti yang lebih bersifat empiris bagi istilah kultur

B.     Defenisi Iklim Komunikasi
Ada hubungan yang sirkuler antara iklim organiosasi dan iklim komunikasi. Tingkah laku komunikasi mengarahkan pada perkembangan iklim, diantaranya iklim organisasi. Iklim organisasi dipengaruhi oleh bermacam-macam cara anggota organisasi bertingkah laku dan berkomuniikasi. Iklim komunikasi yang penuh persaudaraan mendorong para anggota organisasi berkomunikasi secara terbuka, rileks, ramah tamah denggan anggota yang lain. Sedangkan iklim yang negatif menjadikan anggota tidak berani berkomunikasi secara terbuka dan penuh rasa persaudaraan.
Penelitian yang dilakukan Redding menunjukkan bahwa iklim komunikasi lebih luas dari persepsi karyawan terhadap kualitas hubungan dan komunikasi dalam organisasi serta tingkat pengaruh dan keterlibatan. Redding (Goldhaber, 1986) mengemukakan lima dimensi penting dari iklim komunikasi tersebut:
1.      “Suportiveness” atau bawahan mengamati hubungan komunikasi mereka dengan atasan membantu mereka membangun dan menjaga perasaan diri berharga dan penting
2.      Partisipasi membuat keputusan
3.      Kepercayaan, dapat dipercaya dan dapat menyimpan rahasia
4.      Keterbukaan dan keterusterangan
2
5.      Tujuan kinerja yang tinggi, pada tingkat mana tujuan kinerja dikomunikasikan dengan jelas kepada angggota organisasi
Gibb menegaskan bahwa tingkah laku komunikasi tertentu dari anggota organisasi mengarahkan kepada iklim supportiveness. Diantara tingkah laku tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Deskripsi, anggota organisasi memfokuskan pesan mereka kepada kejadian yang dapat diamati dari pada evaluasi secara subjektif atau emosional
2.      Orientasi masalah, anggota organisasi memfokuskan komunikasi mereka pada pemecahan kesulitan mereka secara bersama
3.      Spontanitas, anggota organisasi berkomunikasi dengan sopan dalam berespons terhadap sesuatu yang terjadi
4.      “Emphati” anggota organisasi memperlihatkan perhatian dan pengertian terhadap anggota lainnya
5.      Kesamaan, anggota organisasi memperlakukan anggota lain sebagai teman dan tidak menekankan kepada kedudukan dan kekuasaan
6.      “Provisionalism” anggota organisasi bersifat fleksibel dan menyesuaikan diri pada situasi komunikasi yang berbeda-beda
Selanjutnya Denis (1975) iklim komunikasi sebagai kualitas pengalaman yang bersifat objektif mengenai lingkungan internal organisasi, yang mencakup persepsi anggota organisasi terhadap pesan dan hubungan pesan  dengan kejadian yang terjadi di dalam organisasi. Yang menjadi pokok persoalan utama dari iklim komunikasi adalah hal-hal berikut:
1.      Persepsi mengenai sunber komunikasi dan hubungannya dalam organisasi.
2.      Persepsi mengenai tersedianya informasi bagi anggota organisasi
3.      Persepsi mengenai organisasi itu sendiri

C.     Kepuasan Organisasi Komunikasi
Yang dimaksud dengan istilah kepuasan komunikasi organisasi menurut Redding (Pace, 1989) adalah semua tingkat kepuasanseorang karyawan mempersepsikan lingkungan komunikasi secara keseluruhan. Konsep kepuasan ini memperkaya ide iklim komunikasi. Iklim mencakup kepuasan anggota terhadap informasi yang tersedia. Kepuasan dalam pengertian ini menunjukkan kepada bagaimana baiknya informasi yang tersedia memenuhi persyaratan permintaan anggota organisasi akan tuntutan bagi informasi, dari siapa datangnya, cara disebarluaskan, bagaimana diterima, diproses dan apa respon orang yang menerima.

                                                                                                                                    3         
Hal yang banyak memberikan sumbangan kepada kepuasan dalam organisasi belum diidentifikasi semua tetapi pekerjaan Wiio (1978), Down dan Hazen dan Beckstrom (1980) menyarankan beberapa dimensi. Mereka menyusun suatu angket untuk mengukur 10 dari
faktor kepuasan komunikasi organisasi karyyawan dalam organisasi yang telah dipegang oleh peneliti terdahulu. Kepuasan dari komunikasi muncul dari kombinasi faktor-faktor berikut:
1.      Kepuasan dengan pekerjaan. Ini mencakup dengan hal-hal yang berkenaan dengan pembayaran, keuntungan, naik pangkat, pekerjaan itu sendiri.
2.      Kepuasan dengan ketepatan informasi. Faktor ini mencakup tentang faktor kepuasan dengan informasi, kebijaksanaan, teknik-teknik baru, perubahan administratif dan staf, rencana masa datang dan penampilan pribadi. Kelihatannya kepuasan dengan ketepatan informasi yang diterima penting bagi konsep kepuasan komunikasi organisasi
3.      Kepuasan dengan kemampuan seseorang yang menyarankan penyempurnaan. Faktor ini mencakup hal-hal sebagai tempat di mana komunikasi seharusnya disempurnakan, pemberitahuan mengennai perubahan untuk tujuan penyempurnaan dan strategi khusus yang digunakan dalam membuat perubahan. Kepuasan dengan bermacam-macam perubahan yang dibuat, bagaimana pperubahan itu dibuat dan diinformasikan, kelihatannya mempunyai hubungan dengan kepuasan komunikasi organisasi
4.      Kepuasan dengan efisiensi bermacam-macam saluran komunikasi. Faktor ini mencakup melaui mana komunikasi disebarluaskan dalam organisasi, mencakup peralatan, buletin, memo, materi tulisan. Kepuasan komunikasi tampaknya berhubungan dengan pandangan orang mengenai berapa efisiennya media untuk menyebarkan informasi dalam organisasi
5.      Kepuasan dengan kualitas media. Yang berhubungan dengan faktor ini berapa baiknya mutu tulisan, nilai informasi yang diterima, keseimbangan informasi yang tersedia dan ketepatan informasi yang datang.
6.      Kepuasan dengan cara komunikasi teman sekerja. Faktor ini mencakup komunikasi horizontal, informal dan tingkat kepuasan yang timbul dari diskusi masalah dan mendapatkan informasi dan teman sekerja. Kepuasan dengan komunikasi berhubungan dengan hubungan yang memuaskan dengan teman sekerja
7.      Kepuasan dengan keterlibatan dalam komunikasi organisasi sebagai suatu kesatuan. Faktor ini mencakup hal-hal keterlibatan hubungan dengan organisasi, dukungan atau bantuan dari organisasi dan informasi dari organisasi. Kelihatan bahwa rasa puas dalam komunikasi organisasi dipengaruhi oleh aspek-aspe organisasi seperti dipercaya, sokongan dan tujuan kinerja yang tinggi.

4
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Iklim organisasi adalah kualitas yang relatif abadi dari lingkungan internal organisasi yang dialami oleh anggota-anggotanya, mempengaruhi tingkah laku mereka serta dapat diuraikan dalam istilah nilai-nilai suatu set karakteristik tertentu dari lingkungan. Sedangkan Iklim komunikasi lebih luas dari persepsi karyawan terhadap kualitas hubungan dan komunikasi dalam organisasi serta tingkat pengaruh dan keterlibatan.
Yang dimaksud dengan istilah kepuasan komunikasi organisasi menurut Redding (Pace, 1989) adalah semua tingkat kepuasanseorang karyawan mempersepsikan lingkungan komunikasi secara keseluruhan. Konsep kepuasan ini memperkaya ide iklim komunikasi. Iklim mencakup kepuasan anggota terhadap informasi yang tersedia. Kepuasan dalam pengertian ini menunjukkan kepada bagaimana baiknya informasi yang tersedia memenuhi persyaratan permintaan anggota organisasi akan tuntutan bagi informasi, dari siapa datangnya, cara disebarluaskan, bagaimana diterima, diproses dan apa respon orang yang menerima.








                                                                                                                                       
DAFTAR PUSTAKA
 Muhammad, Arni. Komunikasi Organisasi.  Bumi Aksara:  Jakarta
























                                                                                                                                          6