SAYA MOHON MAAF JIKA DI DALAM BLOG SAYA TERDAPAT KESALAHAN DAN KEKURANGAN DALAM MEYAMPAIKAN KARNA SAYA JUGA MANUSIA YANG TIDAK LEPAS DARI KESALAHAN BAGI PENGUNJUNG MOHON KRITIK DAN SARANNYA UNTUK SAYA
Showing posts with label KAMPUS. Show all posts
Showing posts with label KAMPUS. Show all posts

Tuesday, June 16, 2015

E-book Komunikasi Massa


Assalamualaikum guys, pertanya saya ucapkan dengan salam dulu ya, dah lama saya nggak ngeblog karna di sibukan dengan perkuliahan saya dan menghadapi ujian dan akhirnya ujian selesai jugak 
dan kali ini saya berbagi kepada teman teman semua tentang E-book yang saya buat dari refrensi pembelajaran saya yang mebuat saya jarang untuk ngeblog, dan semoga E-book yang saya buat daoat bermanfaat untuk kita semua dan dapat dijadikan Refrensi untuk menambah ilmu pengetahuan.


E-BOOK KOMUNIKASI MASSA

Monday, May 25, 2015

Arti dan Maksut dari Penelitian (METODELOGI PENELITIAN)


http://tulismenulis.com/wp-content/uploads/2015/03/CATATAN-HARIAN-SEORANG-PENELITI.jpg


Noun

1. pemeriksaan yg teliti; penyelidikan;
    source: kbbi3
2. kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yg dilakukan secara sistematis dan     objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan       prinsip-prinsip umum;

Penelitian Menrut Para Ahli
1. Suatu proses penyelidikan secara sistematis yang ditujukan pada penyediaan  informasi untuk             menyelesaikan masalah-masalah (Cooper & Emory, 1995)
2. Usaha yang secara sadar diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta  baru dan juga       sebagai penyaluran hasrat ingin tahu manusia (Suparmoko, 1991)
    Metode Penelitian adalah: Cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan  kegunaan             tertentu. Cara ilmiah = didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis.
 

* Rasional    = Penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal shg terjangkau  oleh penalaran    manusia.
* Empiris     = cara yang digunakan dapat diamati dengan indera manusia.
* Sistematis = proses penelitian menggunakan langkah-langkah yang bersifat logis. 

          Metode penelitian memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi masalah dan menghadapi tantangan lingkungan di mana pengambilan keputusan harus dilakukan dengan cepat. Ada dua faktor yang mendorong perhatian dalam pengambilan keputusan yang lebih ilmiah:
  1. Kebutuhan manajemen(kepala sekolah) akan informasi yang lebih banyak dan lebih baik, dan
  2. Tersedianya teknik dan peralatan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan ini.
         Dalam dua dekade terakhir ini, kita telah menyaksikan perubahan-perubahan yang dramatis dalam lingkungan pendidikan. Bermula dari suatu peran  ekonomis yang historis, organisasi pendidikan telah berkembang sebagai tanggapan kepada mandat sosial dan politik dari kebijakan nasional  pendidikan seperti munculnya sekolah-sekolah Standar Nasional, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, Badan Hukum Pendidikan, dll.,  pertumbuhan teknologi  yang dahsyat, dan inovasi yang masih berlangsung terus di bidang komunikasi global. Perubahan-perubahan ini telah menciptakan kebutuhan akan pengetahuan baru bagi pimpinan sekolah. Kebutuhan akan pengetahuan lainnya timbul dari masalah yang timbul akibat kebijakan-kebijakan peendidikan, pasar  pendidikan yang diproteksi, transfer teknologi, dan isu-isu makro-pendidikan.
         Kecenderungan akan kompleksitas telah meningkatkan risiko yang berhubungan dengan pengambilan keputusan bisnis pendidikan dan mempunyai basis informasi yang kokoh menjadi semakin penting. Peningkatan kompleksitas berarti bahwa semakin banyak variabel yang harus diperhatikan. Persaingan pendidikan lebih ketat. Usaha-usaha bisnis pendidikan dibuat jadi lebih kontras satu sama lain  agar memperoleh keuntungan bersaing. Kaum stockholder , dan masyarakat umum memiliki informasi yang lebih baik dan lebih peka terhadap kepentingan diri. Pemerintah tetap berkepentingan dengan semua aspek pendidikan dalam masyarakat. Masing-masing faktor ini menuntut agar para manajer pendidikan memiliki informasi yang lebih banyak dan lebih baik sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.
Agar dapat berhasil dalam lingkungan yang demikian, Anda perlu dibekali dengan pengetahuan mengenai metode ilmiah dan cara memadukannya ke dalam pengambilan keputusan. Anda perlu tahu bagaimana mengenali penelitian yang baik dan bagaimana melaksanakannya. Tulisan  ini membahas kebutuhan-kebutuhan ini.
Dengan semakin rumitnya lingkungan bisnis pendidikan, maka semakin meningkat pula jumlah dan keampuhan dari peralatan untuk melaksanakan penelitian. Pengetahuan semakin bertambah luas di semua bidang pendidikan. Teori-teori yang dibangun sudah lebih baik. Komputer memberikan loncatan yang besar dalam kemampuan untuk menghadapi masalah-masalah. Teknik-teknik analisis kuantitatif yang baru memanfaatkan kemampuan ini. Komunikasi dan teknik-teknik pengukuran juga semakin luas. Kecenderungan-kecenderungan ini saling memperkuat satu dengan yang lain dan mempunyai dampak yang sangat besar terhadap penelitian pendidikan.
Jika perhatian utama Anda adalah pada aspek-aspek riset manajemen pendidikan, ada sekurang-kurangnya empat situasi yang akan menguntungkan Anda bilamana memiliki keterampilan penelitian. Pertama, seorang manajer pendidikan sering memerlukan lebih banyak informasi sebelum mengambil keputusan tertentu. Pilihan Anda terbatas jika tidak ada orang yang dapat didelegasikan akan tugas ini; Anda sengaja tidak mencari informasinya atau Anda berusaha mencarinya sendiri dengan tingkat keterampilan yang terbatas. Jelaslah pilihan mana yang lebih baik.
Kedua, Anda mungkin diminta melakukan suatu penelitian untuk tugas Anda. Kesempatan seperti ini biasanya cenderung terjadi di awal karir Anda; mungkin ini merupakan kesempatan bagi Anda untuk memberi kesan baik kepada atasan. Alasan ketiga, untuk memiliki keterampilan penelitian adalah bahwa mungkin Anda perlu membeli jasa penelitian dari orang-orang lain, atau setidak-tidaknya menilai apa yang dilakukan oleh orang lain. Jika Anda mengerti desain penelitian yang dipakai dan dapat menilai secara baik mutunya, maka mutu pengambilan keputusan Anda menjadi lebih baik.
Alasan keempat untuk mempelajari metode-metode penelitian adalah bahwa mungkin Anda bisa mendapat posisi sebagai seorang ahli dalam penelitian. Sebagai suatu fungsi yang dispesialisasikan, penelitian menawarkan kesempatan-kesempatan yang menarik, khususnya dalam analisis pendidikan, penelitian pemasaran pendidikan, dan penelitian operasi pendidikan. Juga tersedia kesempatan kerja untuk para peneliti di bidang yang lain.

         Pengetahuan manusia dimulai dari rasa ingin tahu manusia itu sendiri. Rasa ingin tahu ini sudah dimiliki manusia sejak kecil. Banyak cara untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia. Anak yang belum dapat bertanya senang mencoba-coba hal yang tidak diketahuinya. Sebagai contoh, anak kecil senang memasukan barang-barang ke dalam mulutnya hanya untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Di tahap selanjutnya anak-anak akan banyak bertanya contohnya “itu apa?”, “ini bagaimana?” itu hal yang lumrah dilewati oleh manusia untuk pengembangan diri. Rasa ingin tahu tersebut akan terpuaskan bila diperoleh pengetahuan yang dia pertanyakan dengan hal yang benar.

Pengetahuan dapat diperoleh kebenarannya dari dua pendekatan, yaitu pendekatan non-ilmiah dan ilmiah. Pada pendekatan non ilmiah ada beberapa pendekatan yakni akal sehat, intuisi, prasangka, penemuan dan coba-coba dan pikiran kritis.
  • Akal sehat 
        Menurut Conant yang dikutip Kerlinger (1973, h. 3) akal sehat adalah serangkaian konsep dan bagian konseptual yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Konsep merupakan kata yang dinyatakan abstrak dan dapat digeneralisasikan kepada hal-hal yang khusus. Akal sehat ini dapat menunjukan hal yang benar, walaupun disisi lainnya dapat pula menyesatkan.
  • Intuisi
     Intuisi adalah penilaian terhadap suatu pengetahuan yang cukup cepat dan berjalan dengan sendirinya. Biasanya didapat dengan cepat tanpa melalui proses yang panjang tanpa disadari. Dalam pendekatan ini tidak terdapat hal yang sistemik.
  • Prasangka
      Pengetahuan yang dicapai secara akal sehat biasanya diikuti dengan kepentingan orang yang melakukannya kemudian membuat orang mengumumkan hal yang khusus menjadi terlalu luas. Dan menyebabkan akal sehat ini berubah menjadi sebuah prasangka.
  • Penemuan coba-coba
       Pengetahuan yang ditemukan dengan pendekatan ini tidak terkontrol dan tidak pasti. Diawali dengan usaha coba-coba atau dapat dikatakan trial and error. Dilakukan dengan tidak kesengajaan yang menghasilkan sebuah pengetahuan dan setiap cara pemecahan masalahnya tidak selalu sama. Sebagai contoh seorang anak yang mencoba meraba-raba dinding kemudian tidak sengaja menekan saklar lampu dan lampu itu menyala kemudian anak tersebut terperangah akan hal yang ditemukannya. Dan anak tersebut pun mengulangi hal yang tadi ia lakukan hingga ia mendapatkan jawaban yang pasti akan hal tersebut.
  • Pikiran Kritis
        Pikiran kritis ini biasa didapat dari orang yang sudah mengenyam pendidikan formal yang tinggi sehingga banyak dipercaya benar oleh orang lain, walaupun tidak semuanya benar karena pendapat tersebut tidak semuanya melalui percobaan yang pasti, terkadang pendapatnya hanya didapatkan melalui pikiran yang logis.
  • Pendekatan Ilmiah
Pendekatan ilmiah adalah pengetahuan yang didapatkan melalui percobaan yang terstruktur dan dikontrol oleh data-data empiris. Percobaan ini dibangun diatas teori-teori terdahulu sehingga ditemukan pembenaran-pembenaran atau perbaikan-perbaikan atas teori sebelumnya. Dan dapat diuji kembali oleh siapa saja yang ingin memastikan kebenarannya.

Dengan hal-hal diatas yang sudah disebutkan banyak diperoleh pengetahuan yang benar dibandingkan pada saat lampau yang masih percaya akan mitos-mitos dan legenda yang dibuat karena kurangnya sarana dan prasarana. Merasa beruntungkah kamu hidup di zaman modern seperti saat ini atas banyaknya pengetahuan yang cukup bahkan pasti mengenai kebenarannya ?

      Ilmu dalam bangunan metodologi ilmiah memiliki bebertapa unsur, ia menjadid bukti bahwa suatu pengetahuan menjadi sebuah ilmu. Unsur-unsur utama dari sebuah disiplin ilmu tersebut adalah:

1. Ontologi
Ontologi adalah suatu pembahasan tentang hakekat pengetahuan. Ontologi selalu membahas pertanyaan-pertanyaan yang mendalam atas sesuatu pengetahuan yang dibahas sampai pengetahuan tersebut memiliki keterangan yang jelas, apa yang ingin ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, atau dengan perkataan lain, sesuatu pengkajian mengenai teori tentang "ada". Adapun macam pertanyaan yang ada dalam ontologi tersebut diantaranya adalah: Objek apa yang ditelaah pengetahuan? Adakah objek tersebut? Bagaimana wujud hakikinya? Dapatkah objek tersebut diketahui oleh manusia dan bagaimanakah caranya?

2. Epistemologi
Epistemologi adalah suatu pembahasan mengenai metode yang digunakan untuk mendapatkan suatu pengetahuan. Adapun macam pertanyaan yang ada pada epistemologi diantaranya adalah: Bagaimana proses yang memungkinkan diperolehnya suatu pengetahuan? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan agar mendapatkan pengetahuan yang benar? Lalu benar itu sendiri apa? Kriterianya apa saja?

3. Aksiologi
Aksiologi adalah pembahasan mengenai nilai moral suatu pengetahuan. Aksiologi menjawab pertanyaan-pertanyaan yakni: Untuk apa pengetahuan itu digunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan pengetahuan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan objek yang di telaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan antara metode pengetahuan dengan norma-norma moral/profesional?

Sikap Ilmiah

          Sikap Ilmiah adalah suatu sikap yang menerima pendapat orang lain dengan baik dan benar yang tidak mengenal putus asa serta dengan ketekunan juga keterbukaan.  Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula.  Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai forum ilmiah, misalnya dalam seminar, diskusi, loka karya, sara sehan, dan penulisan karya ilmiah.

Metode Ilmiah didasari oleh adanya sikap ilmiah.  Sikap-sikap ilmiah tersebut meliputi :
      1.       Obyektif terhadap fakta. 
      2.       Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data yang mendukung kesimpulan          itu.
      3.       Berhati terbuka artinya menerima pandangan atau gagasan orang lain.
      4.       Tidak mencampur adukkan fakta dengan pendapat.
      5.       Bersikap hati-hati.
      6.       Sikap ingin menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi.
      7.       Sikap menghargai karya orang lain.
      8.       Sikap tekun.
      9.       Sikap berani mempertahankan kebenaran.
     10.   Sikap menjangkau ke depan.

      Didalam melakukan penelitian atau pengamatan tidak terlepas dari kegiatan atau eksperimen.  Eksperimen sangat menarik, tetapi sekaligus membahayakan.  Untuk itu, kita perlu mempunyai sikap dalam melakukan pengamatan supaya dalam bereksperimen dapat berjalan dengan baik.


Daftar Pustaka  :
      -          Novianti, Herlins. 2012. “Pengertian Sikap Ilmiah”. Dalam http://herlinsnovianti.blogspot.com/2012/11/sikap-ilmiah-pengertian.html .

      -          Karlina, Alita Linjzia., dkk. 2013. “Makalah Metode Ilmiah, Sikap Ilmiah dan Langkah-Langkah Operasional Metode Ilmiah”. Dalam  http://deskamudina.blogspot.com/2013/02/makalah-metode-ilmiah-sikap-ilmiah_12.html .

      -          Dzulfikar, Shofi. 2013. “Pengertian Metode Ilmiah, Tujuan Memperlajari Metode Penulisan Ilmiah, Sikap Ilmiah dan Langkah-Langkah Pelaksanaan PI”. Dalam  http://shofidzulfikar41.blogspot.com/2013/05/pengertian-metode-ilmiah-tujuan.html .

      -          Siska. 2012. “Pengertiang Sikap Ilmiah dan Metode Ilmiah”.  Dalam http://matakristal.com/pengertian-sikap-ilmiah-dan-metode-ilmiah/ .

      -          Stefy, Inda Wahyuni. 2013. “Sikap-Sikap Ilmiah”.  Dalam http://indayani010.blogspot.com/2013/03/sikap-sikap-ilmiah.html .

Friday, May 15, 2015

Analisa SWOT




A.    PERENCANAAN
Dalam tahapan perencanan ini biasanya dimulai dengan seorang media relation menyusun pertanyaan agar lebih mudah didalam menyusun rencana media relation, pertanyaan berkisar pada:
  1. Dimana posisi organisasi kita saat ini ?
  2. Siapa khalayak sasaran kita ?
  3. Apa yang kita inginkan atau apa tujuan kita ?
  4. Bagaimana mencapai tujuan itu ?
  5. Taktik apa yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut ?
  6. Bagaimana kita mengevaluasinya ?

Dalam bahasan ini akan dijelaskan beberapa pendekatan yang dapat dilakukan seorang media relation didalam membuat perumusan masalah, yang nantinya dapat dijadikan bahan masukan bagi perencanaan media relation, yaitu:
  1. Analisis lingkungan internal organisasi
  2. Analisis SWOT
  3. Model perencanaan ROPE
  4. Model perencanaan kisi-kisi perencanaan
1.      Tahapan-tahapan dalam analisis lingkungan internal organisasi :
1.      Diawali dengan memeriksa visi & misi organisasi yang menjadi dasar penyusunan visi & misi PUBLIC RELATIONS yang kemudian dijabarkan dalam visi dan misi MR
2.      Mengkaji tujuan jangka panjang dan jangka pendek perusahaan
3.      Mengindentifikasi khalayak sasaran
4.      Mengkaji struktur organisasi, apa sudah sesuai dengan kebutuhan organisasi u/ mencapai tujuan
5.      Mengkaji Public Relationsogram-Public Relationsogram media relation yang pernah ada
6.      Memeriksa sarana komunikasi yang tersedia u/menjalankan Public Relationsogram & kegiatan MR tersebut
7.      Yang paling penting & yang terpenting dari audit MR ini adalah menyesauikan antara pesan yang disampaikan kepada public dan persepsi public terhadap organisasi.

2.      Analisa SWOT
APA ITU SWOT ??
Pengertian / definisi analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats). Analisa SWOT adalah suatu metoda penyusunan strategi perusahaan atau organisasi yang bersifat satu unit bisnis tunggal. Ruang lingkup bisnis tunggal tersebut dapat berupa domestik maupun multinasional. SWOT itu sendiri merupakan singkatan dari Strength (S), Weakness (W), Opportunities (O), dan Threats (T) yang artinya kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman atau kendala, dimana yang secara sistematis dapat membantu dalam mengidentifikasi faktor-faktor luar (O dan T) dan faktor didalam perusahaan (S dan W). Kata-kata tersebut dipakai dalam usaha penyusunan suatu rencana matang untuk mencapai tujuan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Berikut saya lampirkan pengertiannya menurut salah satu pakar SWOT Indonesia, yaitu Fredy Rangkuti. Kurang lebih seperti ini :
1.      Analisa SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisa ini didasarkan pada hubungan atau interaksi antara unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan, terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman”.
Petunjuk umum yang sering diberikan untuk perumusan adalah :
1.      Memanfaatkan kesempatan dan kekuatan (O dan S). Analisis ini diharapkan membuahkan rencana jangka panjang.
2.      Atasi atau kurangi ancaman dan kelemahan (T dan W). Analisa ini lebih condong menghasilkan rencana jangka pendek, yaitu rencana perbaikan (short-term improvement plan).
3.      Tahap awal proses penetapan strategi adalah menaksir kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang dimiliki organisasi. Analisa SWOT memungkinkan organisasi memformulasikan dan mengimplementasikan strategi utama sebagai tahap lanjut pelaksanaan dan tujuan organiasasi, dalam analisa SWOT informasi dikumpulkan dan dianalisa. Hasil analisa dapat menyebabkan dilakukan perubahan pada misi, tujuan, kebijaksanaan, atau strategi yang sedang berjalan. 
Dalam penyusunan suatu rencana yang baik, perlu diketahui daya dan dana yang dimiliki pada saat akan memulai usaha, mengetahui segala unsur kekuatan yang dimiliki, maupun segala kelemahan yang ada. Data yang terkumpul mengenai faktor-faktor internal tersebut merupakan potensi di dalam melaksanakan usaha yang direncanakan. Dilain pihak perlu diperhatikan faktor-faktor eksternal yang akan dihadapi yaitu peluang-peluang atau kesempatan yang ada atau yang diperhatikan akan timbul dan ancaman atau hambatan yang diperkirakan akan muncul dan mempengaruhi usaha yang dilakaukan.
Dapat disimpulkan bahwa analisis SWOT adalah perkembangan hubungan atau interaksi antar unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman. Didalam penelitian analisis SWOT kita ingin memproleh hasil berupa kesimpulan-kesimpulan berdasarkan ke-4 faktor dimuka yang sebelumnya telah dianalisa :
1.      Strategi Kekuatan-Kesempatan (S dan O atau Maxi-maxi)
Strategi yang dihasilkan pada kombinasi ini adalah memanfaatkan kekuatan atas peluang yang telah diidentifikasi. Misalnya bila kekuatan perusahaan adalah pada keunggulan teknologinya, maka keunggulan ini dapat dimanfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan kualitas yang lebih maju, yang keberadaanya dan kebutuhannya telah diidentifikasi pada analisis kesempatan.

2.      Strategi Kelemahan-Kesempatan (W dan O atau Mini-maxi)
Kesempatan yang dapat diidentifikasi tidak mungkin dimanfaatkan karena kelemahan perusahaan. Misalnya jaringan distribusi ke pasar tersebut tidak dipunyai oleh perusahaan. Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah bekerjasama dengan perusahaan yang mempunyai kemampuan menggarap pasar tersebut. Pilihan strategi lain adalah mengatasi kelemahan agar dapat memanfaatkan kesempatan.
3.      Strategi Kekuatan-Ancaman (S atau T atau Maxi-min)
Dalam analisa ancaman ditemukan kebutuhan untuk mengatasinya. Strategi ini mencoba mencari kekuatan yang dimiliki perusahaan yang dapat mengurangi atau menangkal ancaman tersebut. Misalnya ancaman perang harga.
4.      Strategi Kelemahan-Ancaman (W dan T atau Mini-mini)
Dalam situasi menghadapi ancaman dan sekaligus kelemahan intern, strategi yang umumnya dilakukan adalah “keluar” dari situasi yang terjepit tersebut. Keputusan yang diambil adalah “mencairkan” sumber daya yang terikat pada situasi yang mengancam tersebut, dan mengalihkannya pada usaha lain yang lebih cerah. Siasat lainnya adalah mengadakan kerjasama dengan satu perusahaan yang lebih kuat, dengan harapan ancaman di suatu saat akan hilang. Dengan mengetahui situasi yang akan dihadapi, anak perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang perlu dan bertindak dengan mengambil kebijakan-kebijakan yang terarah dan mantap, dengan kata lain perusahaan dapat menerapkan strategi yang tepat.
APA FUNGSI SWOT dalam Media Relation ??
Dalam kontak MR, analisis SWOT dilakukan untuk melihat apa dan bagaimana kekuatan dan kelemahan yang dimilki serta bagaimana peluang & ancaman yang kekuatan dari organisasi dan hasil dari SWOT biasanya dipakai pijakan untuk menyusun strategi.




TAHAPAN APA SAJA yang dilakukan untuk analisis SWOT ??
Membuat bagan untuk memetakan, kelemahan, peluang dan ancaman organisasi. Untuk menganalilsis peta kekuatan, kelemahan peluang & ancaman organisasi dapat bertanya kepada orang lingkungan organisasi & bbrp wakil public u/ mengetahui bagaimana persepsi mrk terhadap  organisasi.
Setelah mengetahui pemetaan kekuatan, kelemahan peluang dan ancaman organisasi hasil pemetaan ini dapat dijadikan acuan didalam membuat strategi yang dipergunakan untuk menjangkau sasaran.



Tuesday, May 12, 2015

Komunikasi Interaktif, Era Komunikasi Modern





   Komunikasi mengalami banyak perkembangan sejak zaman manusia purba. Perkembangan tersebut akhirnya sampai kepada masa era komunikasi modern seperti yang marak digunakan masyakarat, yakni komunikasi interaktif. Definisi komunikasi interaktif itu sendiri adalah penyampaian pesan dari sumber pesan tersebut kepada penerima pesan melalui media tertentu, serta penerima pesan mampu memberikan feed back secara langsung. Dengan feed back yang diberikan secara langsung, maka akan terjadi interaksi antara pemberi dan penerima pesan. Hal ini yang dilihat sebagai perkembangan komunikasi yang modern yaitu melakukan komunikasi tanpa tatap muka. Tentu saja komunikasi seperti ini didukung dengan perkembangan pesat media yang dipakai.

            Era komunikasi modern ini tentu telah mengalami berbagai perubahan. Komunikasi interaktif ini berawal dari penemuan-penemuan media untuk melakukan komunikasi. Dari komunikasi verbal dan nonverbal yang secara langsung diubah melalu media. Penemuan telegram menjadi titik awal interaksi tanpa tatap muka. Semakin lama muncul teknologi komunikasi yang modern seperti televisi, radio dan komputer. Televisi dan radio pada mulanya tidak dapat melakukan interaksi antara pemberi pesan dan penerima pesan. Komputer pada mulanya pun hanya dipergunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia, bukan untuk melakukan interaksi. Teknologi pun semakin berkembang. Komputer pun memiliki fungsi untuk melakukan interaksi. Kemunculan internet menjadi titik awal kemajuan komputer yang mampu menjadi sarana interaksi manusia. Messenger seperti Yahoo Messenger, MSN, Skype dan lain-lain mulai bermunculan. Tak hanya dari perkembangan komputer, televisi dan radio pun mulai memiliki teknologi tersendiri untuk memfasilitasi interaksi manusia. SMS Interaktif contohnya. Dalam sebuah acara dialog interaktif, audiens dapat langsung memberikan respons terhadap topik yang sedang dibicarakan. Tidak hanya audiens, narasumber pun dapat berdialog dengan narasumber yang lain meskipun tidak saling tatap muka. Masih banyak contoh lain yang membuktikan bagaimana perkembangan komunikasi interaktif kian inovatif.

          
  Konsep yang mendasari komunikasi interaktif sebenarnya adalah pengembangan dari konsep komunikasi massa. Komunikasi massa adalah proses dimana pemberi pesan menggunakkan media untuk menyampaikan pesan. Hal ini tentu sama dengan konsep dasar komunikasi interaktif. Namun terdapat perbedaan diantara keduanya. Komunikasi massa memiliki konsep dimana sumber pesan adalah lembaga seperti televisi dan radio, namun sumber pesan dalam komunikasi interaktif tidak selalu lembaga. Jika konteks komunikasi interaktif itu adalah komunikasi antar pribadi, sudah pasti sumber pesan adalah individu. Perbadaan yang paling terlihat adalah ada tidaknya umpan balik. Komunikasi massa pada mulanya tidak dapat melakukan interaksi. Televisi dan radio pada jaman dahulu hanya memberikan komunikasi satu arah. Seiring berjalannya perkembangan teknologi, komunikasi massa mulai memfasilitasi audiens untuk memberikan feed back meskipun masih terbatas. Sedangkan komunikasi interaktif tentu saja dapat melakukan interaksi jauh lebih leluasa melalui media. Sehingga bisa dilihat bagaimana konsep komunikasi interaktif adalah pengembangan dari komunikasi massa.

            Komunikasi modern ini tentu saja memiliki peran dalam masyarakat. Komunikasi interaktif yang memiliki banyak kemudahan tentu saja memberikan banyak manfaat pula. Masyarakat tidak perlu menempuh jarak yang jauh hanya untuk melakukan interaksi. Teknlogi yang semakin berkembang pun semakin mempermudah pekerjaan manusia. Contohnya saja jika kita sebagai mahasiswa ingin mengerjakan tugas tanpa bertatap muka, kita dapat memakai teknologi messenger. Komunikasi interaktif pun memiliki peran sebagai sarana masyarakat untuk menanggapi apa yang sedang diberitakan dalam media massa. Televisi dan radio memberikan sarana seperti pesan singkat, telepon atau bahkan melalui jejaring sosial untuk audiens yang ingin memberikan respons. Mungkin dalam media cetak belum dapat melakukan umpan balik secara langsung, namun media cetak pun memfasilitasinya melalui kolom surat pembaca. Sebenarnya peran komunikasi interaktif benar-benar sangat menguntungkan masyarakat, namun sering kali komunikasi interaktif membawa efek negatif. Contoh, jika dalam pekerjaan. Segala sesuatu hal disampaikan lewat e-mail. Sehingga jarang terjadi pertemuan tatap muka yang mengakibatkan kurangnya komunikasi antar pribadi secara lebih dalam. Dengan begitu peluang untuk terjadinya salah persepsi dalam komunikasi rentan terjadi.  Terkadang makna yang ingin disampaikan dengan makna yang ditangkap terdapat perbedaan. Komunikasi secara langsung tentu lebih mempermudah menyamakan makna. Meskipun terdapat kelemahan, komunikasi interaktif tetap diminati dan semakin berkembang. Faktor lebih efisien dan efektif menjadi penyebabnya.

            Di Indonesia sendiri komunikasi interaktif memang sudah berkembang. Masyarakat sudah banyak menggunakkan teknologi yang mampu mengaplikasikan komunikasi interaktif. Membuat janji dengan seseorang melalui e-mail bukanlah hal yang jarang dilakukan. Dalam perusaahan, atasan sering kali memberikan pengumuman kepada bawahan lewat e-mail. Messenger pun dipakai oleh berbagai kalangan. Dari orang tua sampai anak muda sering menggunakkannya untuk berkomunikasi dengan orang yang jauh. Televisi pun sering menggunakkan teknologi seperti jejaring sosial untuk menjaring pendapat audiens. Dalam dialog interaktif pun sering menggunakkan media agar terbentuk sebuah komunikasi dua arah. Narasumber pun tidak perlu  tatap muka dengan moderator. Perkembangannya pun ada di sekitar kita, karena Indonesia sudah menyentuh teknologi-teknologi komunikasi interaktif. Contoh-contoh yang telah dijabarkan tentu saja menggambarkan bagaimana komunikasi interaktif memang muncul sebagai inovasi yang benar-benar membantu manusia dan tentu saja menjadi peran yang cukup berarti dalam masyarakat.















Apakah Anda menggunakan teknologi dalam proses komunikasi dengan orang lain? Komputer, handphone, internet, dan iPhone merupakan segelintir contoh dari banyaknya teknologi yang kita gunakan dalam proses komunikasi. Teknologi berperan sangat penting dalam proses komunikasi, sehingga kita mengenal sebutan teknologi komunikasi. Teknologi komunikasi adalah alat atau sarana yang digunakan untuk memperluas, menyalurkan, dan menyampaikan suatu informasi melalui proses komunikasi. Dalam perkembangannya teknologi komunikasi terbagi menjadi empat era evolusi komunikasi yaitu era komunikasi tulisan, cetakan, telekomunikasi, dan interaktif.
Era komunikasi tulisan adalah era komunikasi pertama yang telah ditemukan sejak berabad-abad lalu. Pada zaman dahulu, orang menulis pada batu, dinding-dinding gua, dan tubuh binatang untuk menyampaikan pesan pada orang lain. Dengan semakin berkembangnya era tulisan, orang-orang pada zaman sekarang menggunakan pena, kertas, mesin tik, dan komputer sebagai sarana untuk menulis. Setelah era komunikasi tulisan muncul era komunikasi cetak. Era komunikasi cetak ini dimulai ketika ditemukannya mesin cetak. Sejak ditemukannya mesin cetak, orang-orang mulai menerbitkan hasil tulisannya menjadi buku, koran, majalah, dan berbagai media cetak lainnya. Selanjutnya, kita mengenal era komunikasi telekomunikasi. Era komunikasi telekomunikasi pada masa kini merupakan perkembangan dari teknologi masa lalu. Pada zaman dahulu, orang menggunakan surat untuk menyampaikan pesan. Sekarang orang-orang dapat menggunakan telepon, telegram, radio, televisi, dan internet dalam menyampaikan pesan pada orang lain. Perkembangan teknologi komunikasi terakhir adalah era komunikasi interaktif. Era komunikasi ini muncul ketika ditemukannya computer mainframe pertama kali. Era komunikasi interaktif ini juga didukung dengan pesatnya perkembangan internet di Indonesia pada tahun 1993. Pada masa kini, orang dapat melakukan komunikasi perseorangan dari jarak yang sangat jauh dalam waktu yang sangat pendek dengan adanya komunikasi melalui internet. Selain itu, perkembangan ini juga meningkatkan interaksi antar pengguna, karena kendala jarak jauh dan waktu jadi terpecahkan.
Perkembangan teknologi komunikasi semakin pesat dari waktu ke waktu. Kita harus mengakui setiap perkembangan teknologi komunikasi yang terdapat pada masa kini tentunya memiliki dampak yang sangat besar dalam penyampaian informasi. Oleh karena itu, perkembangan teknologi komunikasi ini harus didukung dengan sikap kita untuk memajukan teknologi komunikasi dari masa ke masa.

Mesin Ketik dan QWERTY


Berbicara tentang mengetik, mengetik adalah suatu kegiatan yang sangat penting pada masa sekarang ini. Dengan berbagai macam teknologi yang sudah menyebar luas di dunia, hampir seluruh orang di dunia mengetik setiap harinya. Akan tetapi, pernahkah anda terpikir untuk melihat keyboard anda? Mengapa selama ini kita tidak pernah merasa bermasalah dengan menggunakan keyboard yang susunannya (dapat dikatakan) sangat acak? Mengapa susunan keyboard harus demikian? Apakah ada hal-hal yang mendasari penyusunan letak dari setiap karakter atau huruf atau angka pada keyboard, sehingga harus tersusun demikian? Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak akan menjadi sebuah misteri, jika anda menyimak ulasan saya berikut ini.
Semua ini berawal dari seorang penemu yang bernama Christopher Latham Sholes. Pada tahun 1868, Sholes mematenkan penemuan terbarunya; mestin ketik. Pada awalnya, prototipe Sholes adalah sebagaimana yang kita pikirkan yakni, akan lebih menyenangkan jika penyusunan keyboard berdasarkan abjad atau alphabetis. Saat pengguna menekan sebuah tombol pada mesin ketik, lengan pencetak akan mengayun dari bawah keatas kemudian menghentak ke kertas dan mencetak sebuah huruf atau angka atau karakter. Akan tetapi, model lengan pencetak seperti ini tidak bekerja dengan baik. Karena model  lengan ini memanfaatkan gaya gravitasi, sehingga lambat untuk kembali lagi ke posisi awal. Sebagai hasilnya, ketika menekan dua tombol yang saling bersebelahan secara cepat, yang akan terjadi  adalah mesin ketik akan macet. Sholes kemudian berpikir bahwa kondisi tersebut akan menjadi sebuah masalah untuk kedepannya.
Akan  tetapi, Sholes justru tidak memperbaiki desain lengan pencetak tersebut, Ia justru lebih memilih untuk menyusun ulang desain susunan tombol-tombol pada mesin ketiknya. Ia berpikir, mesin ketiknya tidak akan macet lagi jika ia dapat memisah tombol-tombol pada keyboardnya. Untuk memisahkan tombol-tombol ini, Sholes meminta bantuan kepada seorang masinis, Carlos Glidden dan seorang pembisinis, James Densmore. Tujuan utama mereka adalah memperbaiki model mesin ketik selanjutnya dengan memisahkan tombol-tombol yang sering ditekan secara berurutan. Dalam eksperimen mereka, Densmore sempat menyarankan kepada Sholes untuk menyusun huruf-huruf pada kata ‘typewriter’ pada baris paling atas susunan layout mesin ketik, dan Sholes menyetujuinya. Menurut Densmore, hal tersebut juga sebagai suatu hal yang unik dari mesin ketik temuan Sholes, dan sedikit banyaknya dapat membantu penjualan di kemudian hari. Kemudian berbagai eksperimen mereka selanjutnya menghasilkan susunan keyboard yang kini sudah tidak asing lagi bagi kita; QWERTY (disebut QWERTY karena QWERTY adalah enam huruf pertama pada baris paling atas susunan keyboard).
Tahukah anda bahwa hampir dari seluruh kritik yang tertuju untuk QWERTY menggambarkan bahwa Sholes menyusun ulang susunan layout mesin ketiknya (QWERTY) untuk memperlambat kinerja semua orang yang dapat mengetik dengan cepat? Dapatkah anda mempercayai itu? QWERTY sengaja diciptakan untuk inefesiensi dalam mengetik? Ya, memang sulit dipercaya. Sedangkan pada kenyataannya, apakah tujuan Sholes itu tercapai? Kenyataannya bahkan tidak ada pengetik yang menjadi lambat kinerja mengetiknya, karena Sholes mengembangkan QWERTY bahkan sebelum ciptaan mesin ketiknya beredar di publik. Ternyata bukan suatu hal yang mustahil bila seorang penemu menginginkan temuannya menjadi ‘lebih buruk'. Ketika Sholes menyusun ulang susunan tombol keyboard ini, ia tidak mengeliminasi masalah kemacetan yang telah disebutkan diatas, tetapi ia berhasil mengurangi masalah tersebut dengan sangat baik. Terlepas dari itu semua, temuan Sholes ini sampai sekarang masih tetap digunakan untuk mengetik oleh hampir setiap orang di dunia ini, termasuk di Indonesia.

Sampailah pada saat dimana prototipe terbaru Sholes berhasil diselesaikan bersama kedua rekannya. Merekapun mengubah karya mereka dari sekedar desain ke dalam bentuk suatu produksi. Tetapi Sholes bukanlah seorang yang pandai atau suka dalam hal bisnis, sehingga setelah lima tahun ia berkutat dengan temuan mesin ketiknya, ia menjual seluruh hak cipta temuannya itu kepada Densmore. Tak lama setelah itu, Densmore mendatangi Remington—seorang produsen senjata yang terkenal. Sehingga pada tahun 1873, “The Sholes and Glidden Typewriter” mulai beredar di publik. Akan tetapi, mesin ketik pertama ini sangat aneh ketika digunakan. Lengan pencetak mesin ketik menghentak kertas dari bagian bawah yang menyebabkan pengetik tidak dapat melihat apa yang sedang diketiknya dan bahkan pengetikpun tidak yakin apakah mesin ketiknya bekerja atau tidak. Hal ini menyebabkan mesin ketik pertama Sholes tidak terjual dengan sangat baik. Dari tahun 1873 sampai 1878, Remington hanya dapat menjual 5.000 buah mesin ketik di Amerika Serikat.
Selanjutnya, pada tahun 1878 terciptalah “Remington Number Two” (mesin ketik kedua). Mesin ketik kedua ini mempunyai banyak perbaikan, termasuk diantaranya kemampuan untuk melihat apa yang kita ketik. Mesin ketik ini memperkenalkan tombol “shift” untuk mengubah huruf menjadi huruf besar atau huruf kecil, dan juga meletakkan kembali tombol angka 1 yang sebelumnya pada mesin ketik pertamaSholes tidak memasukkannya pada susunan keyboard (ia berpikir, angka 1 bisa tergantikan dengan huruf L kecil ‘l’ ataupun huruf i besar ‘I’). Sementara itu, hal yang terpenting dari mesin ketik kedua ini adalah mempunyai lengan pencetak pegas yang mana dapat tersentak kembali dengan cepat ke tempatnya semula setelah ditekan (digunakan). Hal ini mengeliminasi kemacetan pada semua tombol dan juga mempercepat kinerja para pengetik.
Sejak susunan keyboard pertama Sholes dikembangkan untuk memerangi masalah kemacetan yang sangat mengganggu tersebut, Sholes kemudian mendesain susunan keyboard yang baru dengan tampilan yang lebih masuk akal (logis). Akan tetapi, Sholes bertemu dengan kondisi dimana Remington tidak berkeinginan untuk mengubah penemuan lamanya. Ya hal ini tidak lain tidak bukan karena sejak tahun 1900, Remington berhasil menjual 100.000 buah mesin ketik setiap tahunnya. Dan dari berjuta-juta mesin ketik tersebut, setiap mesin ketik terjual dengan susunan keyobard QWERTY. Seluruh orang di belahan dunia Amerika telah mulai mengingat susunan keyboard yang acak ini. Ditambah lagi, orang-orang telah mengembangkan metode mengetik dengan sepuluh jari.
Baru setelah sekitar 30 tahun kemudian, ada yang mencoba dengan berbagai cara mengubah susunan keyboard tersebut. Dan seiring berjalannya waktu, QWERTY telah masuk ke dalam alam bawah sadar orang-orang Amerika. Dengan kata lain, mereka sudah sangat terbiasa dengan susunan keyboard QWERTY ini, bahkan dengan tidak melihat keyboard-pun banyak dari mereka yang masih dapat mengetik. Jadi, apakah anda bisa membayangkan, tepat ketika QWERTY sudah mulai menjadi teknologi yang usang, mesin ketik atau teknologi apapun yang memakai keyboard dengan susunan QWERTY untuk mengetik sudah tersebar luas di dunia dan tidak hanya di Amerika? Ya, suatu saat QWERTY akan tergantikan dengan susunan keyboard baru yang nantinya juga akan menjadi suatu hal atau teknologi yang dianggap biasa di khalayak.
Sampai saat ini, susunan keyboard QWERTY masih menjadi suatu teknologi yang biasa digunakan oleh khalayak di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. QWERTY banyak digunakan di berbagai teknologi lainnya. Dari mulai mesin ketik, keyboard komputer, PC, desktop, laptop, notebook, tablet, handphone, dan lain-lain. Tua muda sudah sangat tidak asing lagi dengan QWERTY. Berbeda dengan mesin ketik. Di zaman yang sudah serba canggih ini, tingkat pemakaian mesin ketik sudah semakin menurun. Kabanyakan dari kita, terlebih generasi muda jauh lebih memilih mengetik di komputer dengan memakai berbagai macam aplikasi dan fitur yang dapat menghasilkan berbagai macam karya, tidak hanya berupa tulisan atau ketikan. Akan tetapi, bagi para generasi-generasi diatas kita, khususnya di Indonesia, masih cukup banyak dari mereka yang menggunakan mesin ketik untuk keperluan pekerjaan. Misalnya untuk membuat tulisan di faktur, nota, kuitansi, dan sebagainya, mereka menganggap jauh lebih mudah dan lebih cepat jika menggunakan mesin ketik dibanding menggunakan komputer beserta aplikasinya yang akan membingungkan mereka.
Mesin ketik dan QWERTY dalam bidang komunikasi jelas mempunyai peran yang sangat besar dan penting, terlebih pada zaman sekarang ini. Dahulu, sebelum ada mesin ketik, orang-orang di berbagai belahan dunia berkomunikasi dengan menggunakan surat tulis tangan. Menulispun dengan menggunakan tinta dan sehelai bulu unggas, bukan menggunakan pulpen atau pensil seperti sekarang ini. Setelah Sholes menciptakan mesin ketik dan QWERTY-nya dan disebarluaskan pada khalayak, seseorang jika ingin menghasilkan tulisan tidak perlu lagi bersusah-susah menulis dengan menggunakan tinta dan sehelai bulu unggas, terutama jika ingin menulis buku atau segala sesuatu yang harus ditulis dengan rapi, mesin ketik sangat membantu. Akan tetapi seperti yang telah disebutkan diatas, seiring berkembangnya teknologi, fungsi mesin ketik secara tidak langsung sudah diambil oleh berbagai teknologi lainnya seperti komputer dengan berbagai macam aplikasinya.
Terlepas dari fungsi mesin ketik atau komputer yang dapat membantu manusia dalam menghasilkan tulisan sesuai yang diinginkan, budaya menulis tangan juga harus tetap dilestarikan dan diwariskan kepada anak cucu kita sampai kapanpun. Jika kita sebagai generasi muda hampir pada setiap kegiatan yang menghasilkan tulisan lebih memilih menggunakan komputer atau mesin ketik daripada menulis tangan dalam keseharian kita, bisa dibayangkan beberapa tahun kedepan tidak akan ada lagi pelajaran menulis untuk anak-anak yang duduk pada bangku taman kanak-kanak dan sekolah dasar, dan yang ada justru pelajaran mengetik? Mereka tidak pernah mengenal budaya menulis tangan? Sungguh ironis, dan saya berharap kondisi tersebut tidak akan pernah terjadi. Be smart of using technology.