SAYA MOHON MAAF JIKA DI DALAM BLOG SAYA TERDAPAT KESALAHAN DAN KEKURANGAN DALAM MEYAMPAIKAN KARNA SAYA JUGA MANUSIA YANG TIDAK LEPAS DARI KESALAHAN BAGI PENGUNJUNG MOHON KRITIK DAN SARANNYA UNTUK SAYA

Friday, April 10, 2015

MAKALAH PERADABAN ISLAM MASA RASULULLAH DI MADINAH










BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

            Nabi Muhammad saw lahir di tengah kabilah besar bani hasyim di kota mekkah pada pagi senin tanggal 9 Rabi’ul awwal pada tahun tragedy pasukan bergajah atau empat puluh tahun berlalunya kekuasaan Kisra Anussyirwan. Bertepatan pada tanggal 20 atau 22 april tahun 571 M sesuai dengan analisis seorang ulama besar, Muhammad sulaiman al-Manshur Furi dan seorang astrolog ( Ahli ilmu falak ) Mahmud Basya.
            Sumber lain menyebutkan, telah terjadi irhashat ( tanda tanda awal yang menunjukan akan di utusnya nabi ). Ketika kelahiran beliau di antaranya : jatunya empat belas beranda istana kekaisaran Persia, padanya api yang biasa di sembah oleh kaum majusi dan robohnya gereja-gereja di sekitar danau sawah setelah airnya menyusut, riwayat tersebut di lansir oleh ath-thabari,al-baihaqi dan lain”nya namun tidak memiliki sanad yang valid
            Setelah beliau di lahirkan, ibunda rosulullah mengirim utusan ke kakeknya , abdul muththalib untuk memberitahukan kepadanya berita gembira kelahiran cucunya tersebut, kakeknya langsung datang dengan suka cita dan memboyong cucuya tersebut masuk ka’bah berdo’a kepada allah dan bersyukur kepadanya , kemudian memberinya nama Muhammad, padahal nama seperti ini tidak popular ketika itu di kalangan bangsa arab, dan pada hari ke tujuh kelahirannya, abdul muththalib mengkhitankan beliau sebagaimana tradisi yang berlaku di kalangan bangsa arab .
            Wanita pertama yang menyusui beliau setelah ibundanya Tsuwaibah. Wanita ini merupakan budak wanita abu lahab yang saat itu juga tengah menyusui bayinya yang bernama masruh sebelumnya, dia juga telah menyusui hamzah bin abdul muththalib , kemudian menyusui Abu salamah bin abdul assad al-makhzumi setelah menyusui beliau
            Setelah rosulullah di muliakan oleh allah dengan nubuwah dan risyahlah,kehidupan beliau dapat di bagi menjadi dua fase yang masing-masing memiliki keistimewaan sendiri secara total, yaitu
1.      Fase Mekkah : Berlangsung selama ± 13 tahun
2.      Fase Madinah : Berlangsung selama 10 tahun lebih


Fase mekkah dapat di bagi menjadi tiga tahapan :
1.      Tahapan dakwah sirriyyah ( dakwah secara sembunyi-sembunyi); berlangsung selama tiga tahun
2.      Tahapan dakwah jahiriyyah ( dakwah secara teang-terangan ) kepada penduduk mekah ; dari permulaan tahun keempat kenabian hingga Rosulullah hijrah ke madinah
3.      Tahapan dakwah di luar mekkah dan penyebarannya di kalangan penduduknya ; dari penghujung tahun ke sepuluh kenabian,yang juga mencakup Fase Madinah dan berlangsung hingga akhir hayat Rosulullah .
Dan kami rasa kami tidak perlu lagi menjelaskan Dakwah Rosulullah pada Fase Mekkah, karna kelompok dua sebelumnya sudah menjelaskan secara detile tentang Dakwah Rosulullah pada Fase Mekkah, dan kami akan melanjutkan pada Fase Madinnah, Hijrahnya Rosulullah ke madinah
1.2. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana factor Nabi Muhammad saw Hijrah ke madinah
2.      Bagaimana perkembangan madinah ketika datangnya Nabi

1.3.Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui keadaan dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika Fase Madinah
2.       Untuk mengetahui pembentukan sitem kemasyarakatan, mileter, politik, dakwah, ekonomi, dan sumber pendapatan Negara ketika fase Madinah?







BAB II
PEMBAHASAN

2.      NABI BERHIJRAH KE MADINAH
Tatkala keputusan keji untuk membunuh nabi telah di ambil, turunlah malaikat
Jibril membawa wakyu Rabbnya , memberitahukan kepada beliau perihal persekongkolan
Kaum Quraisy tersebut dan izin Allah kepada beliau untuk pergi  (berhijrah) meninggalkan mekkah, kemudian Jibril menentukan moment hijrah tersebut seraya berkata ,”Malam ini kamu jangan berbaring di tempat tidur yang biasanya .”
Nabi bertolak ke kediaman Abu Bakar di tengah terik matahari untuk sama-sama menyepakati tahapan hijrah.Aisyah berkat,”ketika kami sedang duduk-duduk di kediamanAbu Bakar pada siang hari nan terik, tiba-tiba ada seorang berkata kepadanya ,”ini Rosulullah datang dengan menutup wajahnya dengan kain di waktu yang tidak biasa beliau mendatangi kita.’
Abu Bakar berkata,”Ayah dan ibuku sebagai tebusan untuknya ! Demi Allah ! beliau tidak datang di waktu seperti ini kecuali ada hal yang penting
Dan setelah di sepakati rencana hijrah tersebut,Rosulullah pulang ke rumahnya menunggu datangnya malam.

*        Blokade Terhadap Kediaman Rosulullah
            Para penjahat kelas kakap Quraisy, mengunakan waktu siang mereka untuk
mempersiapkan diri guna untuk melaksanakan rencana yang telah digariskan berdasarkan kesepakatan parlemen Mekkah “Darun Nadwah” pada pagi harinya.
            Ibnu Ishaq Berkata,”Tatkala malam sudah gelap mereka pun berkumpul di depan pintu rumah beliau untuk mengintai kapan dia bangun sehingga dapat menyergapnya,”
            Kebiasaan yang biasa di lakukan Rosulullah adalah tidur di permulaan malam dan keluar menuju Masjidil Haram setelah pertengahan atau dua pertiganya untuk sholat di sana.
            Mereka percaya dan yakin benar bahwa persekongkolan keji kali ini akan membuahkan hasil. Hal ini membuat Abu Jahal berdiri tegak dengan penuh kengkuhan dan kesombongan. Dia berkata kepada rekannya,”sesungguhnya Muhammad mengklaim jika kalian mengikuti ajarannya , niscaya kalian akan dapat menjadi raja Bangsa Arab dan non Arab sekaligus. Waktu pelaksanaan persekongkolan tersebut adalah setelah pertengahan malam saat beliau biasa keluar dari rumah.

*     Rosulullah Meninggalkan Rumahnya
            Sekalipun persiapan yang di lakukan oleh kaum Quraisy untuk melaksankan rencana keji tersebut sedemiakn rapinya, Namun mereka tetap mengalami kegagalan total. Pada malam itu, Rasulullah berkata kepada Ali Bin Abi Thalib,”Tidurlah di tempat tidurku,berselimutlah dengan burdah hijau yang berasal dari hadhramaut, milikku ini. Gunakanlah untuk tidurmu,niscaya tidak ada sesuatu pun dari perbuatan mereka yang tidak kamu suka akan menimpamu
            Bila tidur biasanya Rasulullah memakai burdahnya tersebut, malam itu,Ali Bin Abi Thalib tidur di ranjang Rasulullah, sementara itu, Rasulullah telah berhasil keluar dan menebus barisan barisan mereka. Beliau memungut segenggap tanah dari al-bathha’,lalu menaburkannya di atas kepala mereka, dan ketika itu Allah telah mencabut pandangan mereka untuk sementara sehingga tidak dapat meliahat beliau.
            Tidak ada seorang pun yang terlewatkan,semuanya beliau taburi tanah di kepalanya, lantas beliau berlalu menuju kediaman Abu Bakar,kemudian keduanya  keluar melalui pintu kecil di belakang rumah Abu Bakar pada malam hari hingga sampai ke Gua Tsur yang terletak di jalan menuju ke arah yaman.

*     Perjalanan Dari Rumah Menuju Gua
            Rasulullah meninggalkan rumahnya pada malam tanggal 27 shafar tahun 14 kenabian,bertepatan dengan tanggal 12/13 September tahun 622 M. Lalu beliau menuju kediaman Abu Bakar rekan setianya, dan dia adalah orang yang paling di percaya untuk menemaninya di perjalanan dan untuk menjaga hartanya, dan kemudian keduanya meninggalkan rumah Abu Bakar tersebut dengan melewati pintu belakang lantas bersama sama meninggalkan Mekkah secepatnya sebelum fajar menyingsing
            Nabi telah mengetahui bahwa orang-orang Quraisy akan berupaya keras untuk mengejarnya dan jalan pertama kali yang akan di sisir oleh mereka adalah jalan utama kota Madinah yang menuju ke arah utara. Oleh karna itu, beliau memilih jalan yang berlawanan arah yaitu jalan yang terletak di selaran Mekkah,yang menuju kearah yaman.
            Pada hari senin 8 Rabi’ul Awwal tahun 14 kenabian, yang berarti pula tahun pertama hijriah,bertepatan dengan 23 September 622 M,Rasulullah singgah di Quba
            Urwah bin az-Zubair berkata,” kaum muslimin di madinah mengetahui kepergian Rasulullah dari Mekkah. Setiap pagi,mereka pergi ke al-Harrah menunggu kedatangan beliau hingga akhirnya mereka terpaksa harus pulang karna terik matahari. Tatkala mereka sudah beranjak ke rumah masing-masing, seorang laki-laki yahudi naik ke atap rumahnya untuk melihat sesuatu, lalu dia melihat Rasulullah dan para sahabatnya memakai baju putih, sedang fatamorgana membuat mereka kadang kelihatan kadang  hilang, maka orang yahudi ini tidak dapat menahan diri untuk berteiak sekencang kencangnya ,”Wahai orang Arab  ! apa yang kamu tunggu sudah datang.” Kaum muslimin pun serta merta bangkin membawa senjata. Mereka menemui Rasulullah di tapal pembatasan itu.

*     Memasuki Kota Madinah
            Seusai sholat jum’at  Nabi memasuki Kota Madinah dan sejak hari itu kota yatstrib di namakan dengan Madinatul Rasul (kota rasulullah) yang kemudian di ungkapkan dengan Madinah supaya lebih ringkas. Hari itu adalah hari yang bersejarah yang amat agung, rumah-rumah dan jalan-jalan ketika itu bergemuruh dengan pekikan Tahmid dan Takdis
( penyucian).
A.    KEHIDUPAN DI MADINAH
      Fase madinah dapat di bagi menjadi tiga tahapan  :
1.      Tahapan yang diliputi oleh suasana instabilitas dan penuh goncangan,terjadinya problem-problem internal serta merangsaknya para musuh ke madinah untuk menghabisi para penduduknya dari luar. Tahapan ini berakhir hingga terjadinya “Perjanjian Hudaibiyyah” pada bulan zhulqa’dah tahun 6 H.
2.      Tahapan gencatan senjata bersama para pucuk pimpinan kaum peganis dan berakhir dengan terjadinya “ Penaklukan Mekkah “ ( Fathu Mekkah ) pada bulan ramadhan tahun 8 H yang merupakan tahapan berdakwah kepada para raja untuk menganut islam.
3.      Tahapan berbondong-bondongnya manusia masuk Islam, yaitu tahapan berdatangannya para kabilah dan bangsa ke Madinah. Tahapan ini terus berlangsung hingga Rasulullah wafat pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 11 H.

B.     TAHAPAN PERTAMA KONDISI ACTUAL DI MADINAH KETIKA BERHIJRAH
Hijrah bukan berarti hanya sekedar lolos dari fitnah dan penyiksaan
Semata, akan tetapi lebih dari itu, Hijrah artinya merangkai kerjasama dengan membangun tatanan baru di negri yang aman.
Oleh karna itu, merupakan kewajiban bagi setiap orang atau individu muslim yang mampu untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan tanah air dan baru-baru ini dan berupaya dengan segenap tenaga membentengi dan mengangkat citranya.
      Kaum-kaum yang di hadapi Rasulullah di Madinah terdiri dari tiga golongan,
masing-masing berbeda kondisinya  dengan yang lain dengan perbedaan yang mencolok beliau juga menghadapi. Beliau juga menghadapi beragam kaum tersebut dengan beragam masalahnya.,
      Adapun tiga golongan itu adalah :
1.      Para sahabatnya yang merupakan orang-orang pilihan mulia dan ahli kebajikan
2.      Kaum musrikin yang belum beriman sementara mereka berasal dari jantung kabilah-kabilah di Madinah.
3.      Orang-orang yahudi
                 Prolema yang beliau hadapi terkait dengan para sahabatnya adalah kondisi Madinah yang berbeda sama sekali dengan kondisi yang telah mereka lalui ketika di mekah dulu. Sekalipun mereka ini, ketika di Mekkah dapat menyatukan kata, dan memiliki tujuan yang sama namun ketika itu mereka berada di rumah-rumah terpisah, hidup sebagai orang yang tertekan di hina dan terusir
               Sedangkan ketika di madinah, urusan di kendalikan oleh kaum muslimin sendiri sejak dari pertama kalinya dan tidak ada seorang  pun yang menguasai mereka
Karenanya, tibalah saatnya bagi mereka untuk menghadapi problematika politik dan pemerintahan, problemamatika komdisi damai dan perang,penyeleksian total di dalam masalah halal dan haram, ibadah dan akhlak serta problematika kehidupan lainnya.
               Inikah problema terbesar yang di hadapi Rasulullah, berkaitan dengan kaum muslimin sendiri dan inilah dalam tataran yang luas yang menjadi tujuan dalam dakwah Islamiyah dan Risyalah Muhammad akan tetapi ini bukanlah permasalahan dadakan benar, bahwa selain ini banyak sekali permasalahan yang perlu mendapatkan penyelesaian secara sempurna
              
Kelompok islam terbagi menjadi dua bagian  :
a.       Mereka yang berada di tanah air, rumah dan harta mereka sendiri, tidak ada yang mereka pentingkan dari hal itu selain layaknya seseorang yang berada dalam kondisi aman di kelompoknya. Mereka ini adalah kaum Anshar. Diantara mereka terjadi hubungan yang tidak mesra dan permusuhan-permusuhan bertahun-tahun sejak dulu.
b.      Adapun kelompok kedua yaitu orang orang musyrikin yang merupakan jantung kabilah kabilah Madinah. Akan tetapi mereka tidak dapat berkuasa atau kaum muslimin, diantara mereka ini ada yang masih di liputi keraguan dan rasa bimbang
c.       Kelompok ketiga adalah orang orang yahudi mereka pada mulanya menyebrang hingga ke kawasan Hijaz pada masa penindaasam kaum Asyria dan Romawi sebagaimana telah kami kemukakan sebelumnya. Mereka ini sebenarnya adalah kaum ibrani akan tetapi setelah lari ke Hijaz, melebur dalam kultur arab, baik dalam pakaian,bahasa maupun kebudayaan bahwa nama kabilah atau nama nama mereka berubah menjadi ke arab araban.
               Sudah saatnya mereka membentuk masyarakat baru, masyarakat islami yang pada setiap tahapan kehidupannya berbeda dengan tahapan kehidupan masyrakat jahiliyah dan unggul atas semua masyarakat yang ada di dalam manusia serta mewakili dakwah Islamiyah di mana selama sepuluh tahun kaum muslimin menghadapai beraneka ragam agama deraan dan siksaan. Allah lah yang menjamin pensyariatan ini, sementara Rasulullah bertindak sebagai pelaksana, pengarah kaum muslimin ke jalan allah,

 sebagai mana firman allah :
هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

Artinya : Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara
mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
(QS: Al-Jumuah Ayat: 2)




1.      ASPEK SOSIAL KEMASYARAKATAN DI MADINAH
Berbeda dengan Makkah, madinah senantiasa mengalami perubahan sosial yang meninggalkan bemtuk keamsyarakatan absolut model badui. Kehidupan sosial Madinah secara berangsur-angsur diwarnai oleh unsur kedekatan ruang daripada oleh sistem kekerabatan. Madinah juga memimiliki sejumlah warga Yahudi, yang mana sebagian besarnya lebih simpatik terhadap monotheisme.
Penduduk Madinah yang terdiri dari kaum Muhajirin, Anshar, dan nonmuslim tersebut, merupakan sebuah keberagaman yang ada pada masa lalu dan sudah menjadi suatu hal yang tidak bisa lagi dipungkuri eksistensinya. Tapi bukan hal itu yang akan digaris bawahi, yang terpenting adalah jiwa sosialis masyarakat madinah sangat tinggi. Ini terbukti dari persaudaraan yang tinggi dan sangat kokoh. Tidak ditemukan konflik karena masalah perbedaan. Kalaupun ada masalah itu dengan cepat segara terselesaikan, karena nabi sangat bijak dalam hal itu dan sangat hati-hati terhadap peletakan sebuah nilai kemasyarakatan.
Nabi berhasil membentuk sistem yang luar biasa bagus. Masyarakat Madinah merasa bahwa dirinya itu satu. Maka dari itu, apabilah ada satu yang sakit maka yang lain turut merasakan. Hal ini lebih khusus lagi pada umat Muslim sendiri, di mana sudah menjadi kewajiban di setiap Muslim sebagaimana dalam riwayat nabi seringkali memerintahkannya.
Ada Beberapa Teradisi Yang Yang Perlu Digaris Bawahi:
1.      Silaturahim yang membudaya
2.      Gotonngroyong sering diadakan demi kepentingan bersama
3.      Kepedulian yang tinggi, mengungjungi orang yang sedang sakit atau yang terkena musibah.
2.      ASPEK POLITIK PEMERINTAHAN
Selain menjadi pemimpin agama Islam, Nabi Muhammad juga menjadi pemimpin pemerintahan. Kalau sekarang beliau selayaknya sebagai presiden. Nabi terkenal dengan kebijaksananannya dalam menjalankan roda pemerintahan. Kepentingan umum lebih dikedepankan dari kepentingan-kepentingan yang lain.
Adapun sistem pemerintahan yang digunakan Nabi yaitu sistem Musyawarah dan Demokrasi dan yang terpenting adalah perkara diputuskan dengan seadil-adilnya. Sehingga Golongan yang berbeda merasa tenang karena tidak ada diskriminasi. Mereka bisa hidup berdampingan tanpa ada permusushan dengan yang lain. Keberagaman yang yang ada tidak menjadi persoalan, justru mengokohkan solidaritas di antara mereka.
Memang pada kebijakan politik yang pertama oleh Nabi adalah bagaimana menghapus perinsip kesukuan dan mempererat persatuan. Nabi benar-benar mencurahkan perhatiannya untuk masyarakat, sehingga berhasil mendamaikan antar suku Auz dan Khazraj.Perlu diketahui ada beberapa strategi yang dilakukan Rasulullah, dalam rangka memperkokoh masyarakat dan negara baru yang telah terbentuk. Adapun strategi yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a.      Membangun  Masjid  Nabawi
                 Langkah pertama yang di lakukan Rasulullah setelah itu adalah mendirikan masjid nabawi, pada lokasi ontanya duduk, beliau memerintahkan mendirikan masjid ini. Beliau membelinya dari dua orang anak yatim, sang pemiliknya, beliau sendiri ikut terjun di dalam membangun, masjid tersebut.
                 Pada lokasi tersebut terdapat bekas kuburan orang orang musyrikin,puing,pohon kurma dan pohon Gharqad, lalu Rasulullah memerintakan agar kuburan-kuburan musyrikin itu di bongkar, puing itu di ratakan dan pohon korma dan pohon Gharqad tersebut di tebangi, lalu membuat shaf mengarah ke kiblat, ketika itu arah kiblat masih mengarah ke Baitul Maqdis. Dua tiang pintu (kusen) masjid ini terbuat dari batu, dinding-dindingnya terbuat dari batu bata dan tanah liat, atapnya tersebut dari pelepah kurma,tiang tiangnya dari batang pohon,lantai dasarnya di hamari oleh pasir dan krikil, terdiri dari tiga pintu panjangnya dari kiblat hingga ke ujung belakang adalah 100 hasta, kedua isinya juga demikian atau kurang dari itu serta pondasinya kira-kira sedalam tiga hasta.
                 Masjid tersebut bukan hanya di gunakan untuk beribadah ( sholat ),tetapi lebih dari itu ialah sebuah kampus,tempat kaum muslimin untuk mempelajari ajaran ajaran islam dan menerima pengarahan-pengarahan, tempat bertemu dan bersatunya seluruh komponen beragam suku setelah sekian lama di jauhkan oleh konflik-konflik dan peperangan jahiliyah , pangkalan untuk mengatur semua urusan dan bertolaknya pemberangkatan serta parlemen untuk menghadapi siding-sidang permusyawaratan dan Eksekutif.
                 Pada permulaan hijrah, di syariatkanlah adzan;suara lantunan keras yang menggema di angkasa. Setiap hari lima kali. Karenanya , seluruh pelosok alam nyata menjadi  beragama. Kisah mimpi Abdullah bin Zaid bin Dawud,Ahmad dan Ibnu Khuzaimah amatlah mashur,
b.      Mempersaudarakan sesama kaum muslimin
Di samping membangun masjid sebagai pusat perkumpulan dan persatuan,
Nabi juga melakukan langkah lain yang  merupakan sesuatu  yang  paling indah yang pernah di torehkan oleh sejarah, yaitu mempersaudarakan antara kaum Muslimin dengan kaum Anshar
               Ibnu Kasim berkata “kemudian Rasulullah mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar di rumah Anas bin Malik. Mereka berjumlah 90 orang, separuh dari kalangan Muhajirin dan separuhnya lagi dari kalangan Anshar. Beliau mempersaudarakan di antara mereka untuk saling memiliki dan saling mewarisi setelah mati tanpa memberikannya kepada kerabat. Hal ini berlangsung hingga terjadi perang Badar namun setelah Allah menurunkan Ayat :
وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ
Artinya  : orang orang yang memiliki hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (dari pada bukan kerabat )” Al-anfal : 75
c.    . Piagam Madinah
               Disamping melakukan akad persaudaraan antara sesama kaum  muslimin,Rasulullah juga melakukan akad perjanjian yang mengikis habis setiap dendam kesumat yang pernah terjadi pada masa Jahiliyah dan sentiment-sentimen kesukuan. Beliau tidak menyisakan satu tempat pun bagi bersemayamnya tradisi-tradisi Jahiliyah. Berikut ini point-point ringkasnya
               Perjanjian yang di buat oleh Nabi Muhammad saw di antara sesama kaum muslimin dan muslim dari suku Quraisy Yastrib dan orang yang mengikuti mereka,berafiliasi dengan mereka serta berjuang bersama sama mereka :
1)      Bahwa mereka adalah satu umat, yang berbeda dengan umat lainnya
2)      Golongan muhajirin dari suku Quraisy tetap pada kelompok mereka,satu sama lain saling bahu membahu dalam membayar diayat ( ganti rugi atas pembunuhan tidak sengaja,pent ) dan menebus tawanan mereka dengan cara yang ma’ruf dan adil di antara sesame kaum muslimin. Dan setiap kaum Anshar tetap pada kelompok mereka, setiap kelompok saling membahu dan membayar diyat mereka.
3)      Bahwa kaum muslimin tidak akan membiarkan ada orang yang di lihat hutang  dan tidak mampu membayarnya di antara mereka, dengan cara memberinya secara ma’ruf baik dalam hal tebusan atau pun diyat.
4)      Bahwa kaum muslimin yang bertaqwa akan memusuhi orang yang melakukan pembangkangan di antara mereka,mencari alas an berbuat zhalim,dosa,permusuhan ataupun atau pun kerusakan diantara kaum muslimin.
5)      Bahwa mereka semua bersatu menentangnya sekalipun dia adalah anak dari salah seorang di antara mereka.
6)      Seorang mukmin tidak boleh membunuh mukmin yang lain karena membunuh orang yang kafir.
7)      Tidak menolong orang kafir untuk melawan seorang mukmin
8)      Tanggungan pelindungan  Allah itu adalah satu,dan dapat di berikan kepada mereka sekalipun oleh orang yang paling rendah di antara mereka ( kaum mukmin )
9)      Bahwa orang Yahudi yang mengikuti kami maka dia berhak mendapatkan pertolongan dan perlakuan sama,tidak terzhalimi dan tidak tertindas.
10)  Bahwa kondisi damai bagi kaum mukminin adalah satu, tidaklah seorang mukmin yang lain di dalam perang di jalan allah kecuali mendapatkan hak yang sama dan keadilan diantara mereka.
11)  Bahwa kaum mukminin, sebagian mereka dapat menolak (melindungi) sebagian yang lain,dalam tanggungan darah mereka di jalan Allah.
12)  Bahwa orang musyrik tidak boleh melindungi harta ataupun jiwa orang Quraisy dan juga tidak boleh menghalangi seorang mukmin terhadapnya.
13)  Bahwasanya siapa yang membunuh seorang mukmin yang bersih dari perbuatan criminal dan kejahatan lain yang membolehkannya untuk di bunuh maka dia diqishash (terbunuh) merelakannya.
14)  Bahwa orang orang mukmin seluruhnya menentang pelaku tersebut dan tidak halal bagi mereka kecuali menegakkan hokum atas orang yang bersangkutan.
15)  Bahwa tidak di bolehkan bagi seorang mukmin menolong seorang pembuat Bid’ah dan memberikan pelindungan padanya.
16)  Bahwa dalam hal apapun kalian berselisih (berbeda pendapat) maka dia harus di kembalikan kepada Allah dan Muhammad saw
d.      Implikasi nilai nilai moral terhadap masyarakat
Dengan kebijakan dan perencanaan tersebut, Rasulullah telah berhasil
menancapkan  pilar pilar masyarakat baru, akan tetapi sebelum itu fenomena ini tidak lain merupakan implikasi dari nilai nilai yang di serab oleh para generasi agung tersebut berkat persahabatan mereka dengan Nabi. Selalu komit terhadap mereka melalui pengajaran,pendidikan,penyucian diri dan ajakan kepada perilaku yang mulia, beliau juga mengajarkan mereka adab adab berkasih saying,bersaudara,menjunjung keagungan,kemuliaan,ibadah dan ketaatan.
         Dengan demikian beliau telah mengangkat moralitas dan bakat bakat mereka membekali mereka dengan setinggi tinggi nilai,pengharapan dengan teladan sehingga jadilah mereka porter bagi puncak kesempurnaan yang di kenal sepanjang sejarah manusia setelah para Nabi.
         Kemudian disamping itu Rasululllah sang pemimpin nan agung ini memiliki sifat sifat maknawi dan zhahir(yang tampak) akhlak terpuji dan perbuatan perbuatan yang baik sehingga menjadikan hati manusia terpikat olehnya dan jiwa jiwa rela berkorban untuknya. Tidak satu patah kata pun yang beliau ucapkan kecuali langsung di laksanakan oleh para sahabatnya dan tidak lah beliau memberikan suatu petunjuk dan pengarahan kecuali mereka secara berlomba lomba berusaha mengiasi diri mereka dengannya.
         Dengan nilai yang kokoh dan tinggi ini, terciptalah elemen-elemen masyarakat baru, yang (sanggup) setiap bantuan zaman sehingga mampu mengalihkan arahnya dan merubah harus sejarah dan hari hari.

C.    BIDANG POLITIK
Selanjutnya, Nabi Saw. Merumuskan piagam yang berlaku bagi seluruh pendudukan Yatsrib, baik orang muslim maupun non muslim (Yahudi). Piagam inilah yang oleh Ibnu Hasyim disebut sebagai Undang-undang Dasar Negara Islam (Daulah Islamiyah) yang pertama.
1)      Setiap kelompok mempunyai pribadi keagamaan dan politik. Adalah hak kelompok,
       menghukum orang yang membuat kerusakan dan memberi keamanan kepada orang patuh.
2)      Kebebasan beragama terjamin buat semua warga Negara.
3)      Adalah kewajiban penduduk madinah, baik kaum muslimin maupun bangsa Yahudi, untuk  
       saling membantu, baik secara moril atau materil. Semuanya dengan bahu membahu harus  
       menangkis setiap serangan terhadap kota Madinah.

Rasulullah adalah kepala Negara bagi penduduk Madinah. Kepada Beliaulah segala perkara dibawa dan segala perselisihan yang besar diselesaikan. (Subarman, 2008:36).
Munawir Syadzali ( Mantan Menteri Agama RI) menyebutkan bahwa dasar-dasar kenegaraan yang terdapat dalam piagam Madinah adalah: pertama, Umat Islam merupakan satu komunitas (ummat) meskipun berasal dari suku yang beragam; dan kedua, hubungan antara sesama anggota komunitas Islam, dan antara anggota komunitas islam dengan komunitas-komunitas lain didasarkan atas prinsip-prinsip: (a) bertetangga baik, (b) saling membantu dalam menghadapi musuh bersama, (c) membela mereka yang dianiaya, (d) saling menasehati, dan (e) menghormati kebebasan beragama. (Mubarok, 2005: 49).

D.    BIDANG MILITER
Peperangan yang terjadi pada masa Rasul membawa akibat perkembangan Islam dan kebudayaan Islam. Peperangan pada masa Rasul terdiri dari:
1)      Ghazwah; yaitu peperangan yang dipimpin langsung oleh Rasul sendiri. Peperangan ini terjadi dua puluh tujuh kali.
2)      Syariah; yaitu peperangan yang dipimpin oleh para sahabat untuk memimpinnya, peperangan ini terjadi tiga puluh delapan kali.
Peperangan yang dilakukan Rasul mempunyai nilai dan arti bagi pembinaan ummat. Nilai dan arti yangterkandung antara lain:
1)      Gazwatu furqan; yaitu peperangan yang menentukan mana yang hak dan bathil, seperti Perang Badar. sebagaimana  firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 41.
“Dan ketahuilah, bahawa apa sahaja yang kamu dapati sebagai harta rampasan perang, maka sesungguhnya satu perlimanya (dibahagikan) untuk (jalan) Allah dan untuk RasulNya dan untuk kerabat (Rasulullah) dan anak-anak yatim dan orang-orang miskin, serta ibnus-sabil (orang musafir yang keputusan), jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang telah diturunkan oleh Kami (Allah) kepada hamba Kami (Muhammad) pada Hari Al-Furqan, iaitu hari bertemunya dua angkatan tentera (Islam dan kafir, di medan perang Badar) dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”.
2)      Adabiyah al-Hujum; yaitu peperangan untuk membela diri seperti perang Khandak.
3)      Untuk perdamaian; seperti perjanjian Hudaibiyah.
4)      Kewaspadaan; seperti perang Mukt‘ah.
5)      Taktik menakut-nakuti; seperti Fathu Makkah.
6)      Penyiaran Agama Islam; seperti Perang Hunain.
7)      Konsolidasi, agar Negara menjadi bersatu dan kuat seperti Thaif.
8)      Pengabdian kepada Tuhan; seperti Perang Tabuk
Peperangan yang terjadi pada masa Nabi bertujuan untuk melindungi, mengamankan dakwah Islam dari gangguan orang-orang kafir, melindungi dan mempertahankan masyarakat / daulah Islamiyah, membentuk masyarakat yang Islami. (Subarman,2008: 37-38)

E.     BIDANG DAKWAH
Musuh–musuh Islam melontarkan tuduhan kepada umat Islam, bahwa Islam berkembang dibawah sinar mata pedang / kekerasan. Tuduhan yang demikian tidak berdasar kenyataan.
Dengan dakwah agama Islam mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1.      Ajaran Islam simple, mudah, tidak memberatkan, tidak banyak tuntutan dan aturan.
2.      Prinsip-prinsip dari masyarakat Islam bersendikan ukhuwah Islamiyah.
3.      Islam tersiar luas dan cepat semata-mata karena Dakwah bi al-Hikmah dari Nabi dan para sahabat.

Jihad dalam Islam mempunyai fungsi dan kedudukan:
a.       Melindungi dan membela dakwah dari gangguan.
b.      Melindungi masyarakat Islam dankaum Muslimin.
c.       Merupakan tindakan pengamanan.
Lebih lanjut A. Hasym menyatakan bahwa jihad menurut Kebudayaan Islam adalah suatu tindakan pengamanan yang bertujuan perdamaian abadi dalam jangka waktu jauh.
Adapun Ruang Lingkup Dakwah Islamiyah tidak hanya untuk bangsa Arab atau hanya di jazirah Arab saja. Rasul diangkat sebagai rahmatan lil’alamin, maka dakwah adalah untuk seluruh umat di dunia. Terbukti sebagaimana yang telah dilakukan Rasul, setelah menata kehidupan Jazirah Arab secara Islami, Rasul menyeru kepada seluruh raja-raja, penguasa yang ada disekitar Jazirah Arab, dengan mengirim utusan yang membawa surat seruan mengikuti dakwah Islamiyah.
Menurut Tarikh Ibnu Hisyam dan Tarikh al-Thabari, surat-surat dari Nabi itu dikirim kepada:
a)      Heraclius, Kaisar Romawi, yang diantar oleh duta atau utusan dibawah pimpinan Dakhiyah ibn   Kisra Persi, yang dibawa oleh perutusan dibawah pimpinan Abdullah ibn Huzaifah al Sahmy.
c)      Negus, Maharaja Habsyah, yang diantar oleh perutusan dibawah pimpinan Umar Ibn Umayyah al-Dlamary.
d)     Maqauqis, Gubernur Jendral Romawi untuk wilayah Mesir, disampaikan oleh Khatib ibn Abi Baltaah al-Lakhmy.
e)      Hamzah ibn Ali al-Hanafi, Amir negri Yamamah, diantar perutusan dipimpin Sulaith ibn Amr al-Amiry.
f)       Al-Haris ibn Abi Syamr, Amir Ghassan, dibawa oleh Syuja’ibn Wahab.
g)      Al-Mundzir ibn Sawy, Amir Ghassan, dibawa oleh Syuja’ibn Wahab.
h)      Duaputera al-Jalandy, Jifar dan Ibad, yang dibawa oleh Amr ibn Ash. (Subarman. 2008: 38-39).

F.      SISTEM EKONOMI
Seperti di madinah merupakan negara yang baru terbentuk dengan kemampuan daya mobilitas yang sangat rendah dari sisi ekonomi. Oleh karena itu, peletakan dasar-dasar sistem keuangan negara yang di lakukan oleh Rasulullah Saw. merupakan langkah yang sangat signifikan sekaligus berlian dan spektakuler pada masa itu, sehingga Islam sebagai sebuah agama dan negara dapat berkembang dengan pesat dalam jangka waktu yang relatif singkat.
Sistem ekonomi yang diterapkan oleh Rasulullah Saw. dari prinsip-prinsip Qur’ani. Al Quran yang merupakan sumber utama ajaran Islam telah menetapkan  berbagai aturan sebagai hidayah (petunjuk) bagi umat manusia dalam aktivitas disetiap aspek kehidupannya, termasuk dibidang ekonomi.
Prinsip Islam yang paling mendasar adalah kekuasaan tertinggi hanya milik Allah semata dan manusia diciptakan sebagai khalifah-Nya di muka bumi. Dalam pandangan Islam, kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan menjadi kehidupan ruhiyah dan jasmaniyah, melainkan sebagai satu kesatuan yang utuh yang tidak terpisahkan, bahkan setelah kehidupan dunia ini. Dengan kata lain, Islam tidak mengenal kehidupan yang hanya memikirkan materi duniawi tanpa memikirkan kehidupan akhirat.



G.    SUMBER PENDAPATAN NEGARA
1.      Uang tebusan untuk para tawanan perang (hanya khusus pada perang lain tidak disebutkan
jumlah uang tebusan tawanan perang).
2.      Pinjaman-pinjaman (setelah penaklukan kota Mekkah) untuk pembayaran uang pembebasan kaum muslimin dari Judhayma/sebelum pertemuan Hawazin 30.000 dirham ( 20.000 dirham menurut Bukhari) dari Abdullah bin Rabiya dan pinjaman beberapa pakaian dan hewan-hewan tunggangan dari Sufiyan bin Umayyah (sampai waktu itu tidak ada perubahan).
3.      Khums atas rikaz harta karun temuan pada periode sebelum Islam.
4.      Amwal fadillah yaitu harta yang berasal dari harta benda kaum muslimin yang meninggal tanpa ahli waris, atau berasal dari barang-barang seorang muslim yang meninggalkan negrinya.
5.      Wakaf yaitu harta benda yang didedikasikan oleh seorang muslim untuk kepentingan agama Allah dan pendapatnya akan disimpan di Baitul Mal.
6.      Nawaib yaitu pajak khusus yang dibedakan kepada kaum muslimin yang kaya raya dalam rangka menutupi pengeluaran negara selama masa darurat.
7.      Zakat Fitrah
8.      Bentuk lain sedekah seperti hewan qurban dan kifarat. Kifarat adalah denda atas kesalahan yang dilakukan oleh seorang muslim pada saat melakukan ibadah.
9.      Ushr
10.  Jizyah yaitu pajak yang dibebankan kepada orang non muslim.
11.  Kharaj yaitu pajak tanah yang dipungut dari kaum non muslim ketika wilayah khaibar ditaklukan.
12.  Ghanimah yaitu harta rampasan perang.
13.  Fa’i











H.  PERLAWANAN  KAUM  QURAISY  TERHADAP  KAUM  MUSLIM
                     Pesatnya perkembangan islam di Madinah, mendorong pemimpin Quraisy Mekkah dan musuh-musuh Islam lainnya meningkatkan permusuhan mereka tehadap Islam. Untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan gangguan dari musuh,Nabi sebagai kepala Negara mengatur siasat dan membentuk pasukan perang. Umat islam pun pada tahun ke-2 Hijriah telah di izinkan berperang dengan dua alas an : {1}.untuk mempertahankan diri dan melindungi hak miliknya, dan {2}menjaga keselamatan dalam penyebaran islam dan mempertahankannya dari orang-orang yang menghalanginya. Maka tidak mengherankan jika terjadi perperangan atara umat islam dengan kafir Quraisy selama 8 tahun dalam puluhan kali pertempuran. Yang terpenting di antaranya adalah :
1.      Perang Badar
     Terjadi pada bulan ramadhan 2 H (624) M. di dekat sebuah sumur milik Badr. Sebab utamanya adalah untuk memenuhi tekat kaum Quraisy membunuh nabi yang  berhasil meloloskan diri ke Madinah dan menghukum orang yang melindunginya. Penyebabnya secara kusus karena adanya berita lewat mata-mata bahwa kabilah dagang yang di pimpin Abu Sofyan yang kembali dari syam akan di cegat oleh umat islam di Madinah, sehingga Abu Sofyan mengambil jalan lain hingga selamat sampai Mekkah. Umat islam memang memutuskan melakukan pencegahan itu, karna harta kaum muhajirin yang di tinggal di Mekkah telah di ambil oleh orang Quraisy.
Orang orang Quraisy sebanyak 1000 orang di bawah pimpinan abu jalal bergerak menuju Madinah. Sementara umat islam sebanyak 314 orang menyongsong barisan itu. Dalam perang ini kaum muslimin keluar sebagai pemenang itu. Pihak islam gugur 14 orang dan pihak musuh gugur 70 orang terbunuh, termasuk Abu jahal sebagai pemimpin perang, dan beberapa orang lain tertawan. Perang ini bagi umat islam sangat menentukan. Hal ini dapat di baca dari doa Nabi sebelum berperang:”YA ALLAH  ! Bila Umat Islam Kalah, engkau tidak lagi di sembah di permukaan bumi ini”. Bantuan allah datang dengan menurunkan malaikat-malaikat. (baca surat Al Imran 122,An-Anfal 9-17 dan 43-44).
     Setelah perang badr Nabi menyerang suku yahudi madinah,Bani Qainuqa yang berkomlot dengan orang-orang Mekkah. Mereka pergi ke perbatasan Syiria.
2.      Peran Uhud
     Terjadi pada tahun 3 H (625). Penyebabnya karena kekalahan kaum Quraisy dalam perang Badr merupak pukulan berat. Mereka bersumpah akan melakukan pembalasan. Untuk itu pemimpin Abu Sofyan memobilisasi 3000 prajurit. Beberapa orang pembesar di sertai istrinya berperang termasuk istri Abu Sofyan sendiri bernama Hindun. Mereka berangkat menuju madinah. Mendengar berita itu, Nabi bermusyawarah dengan para sahabat dan di sepakati menyongsong musuh di luar kota. Nabi Muhammad ddengan pasukan 1000 orang meninggalkan kota Madinah. Tetapi baru saja melewati batas kota, Abdullah ibn Ubay seorang munafik dengan 300 orang yahudi membelot kembali ke Madinah. Meskipun dengan 700 pasukan, Nabi tetap melanjutkan perjalanan. Di bukit Uhud ke 2  pasukan itu bertemu. Nabi memilih 50 orang pemanah ahli di bawah pimpinan Abdullah ibn Jabir untuk menjaga garis belakang pertahanan. Mereka di perintahkan agar tidak meninggalkan tempat, apapun yang terjadi. Perang dahsat pun berkobar. Pertama tama prajurit islam dapat memukul mundur  tentara musuh yang lebih besar itu. Pasukan berkuda yang di pimpin oleh Khalid ibn Walid gagal menebus benteng pasukan pemanah islam.  Sayingnya kemenangan yang sudah di ambang pintu tiba-tiba gagal karena godaan harta godimah. Prajurit islam mulai memungut harta rampasan perang tanpa menghiraukan gerakan musuh. Termasuk di dalam anggota pasukan pemanah yang di peringatkan Nabi agar tidak meninggalkan posnya. Kelengahan kaum muslimin ini di manfaatkan oleh Khalid bin walid untuk melumpuhkan pasukan pemanah islam, dan pasukan musuh yang tadinya sudah kalah berabalik menyerang pasukan islam, akibatnya satu persatu pahlawan islam gugur, bahkan Nabi sendiri terluka dan terperosok jatuh ke dalam sebuah lubang, dengan bercucuran darah. Melihat kejadian itu, seorang Quraisy meneriakkan bahwa Nabi telah tewas. Karna yakin bahwa nabi telah terbunuh, kaum Quraisy menghentikan perang di pihak islam lebih dari 70 orang gugur termasuk paman Nabi Hamzah yang dadanya di belah dan hatinya dimakan istri Abu SOfyan, Hidun.
     Penghianatan Abdullah ibn Ubay dan pasukan yahudi yang membot di ganjar dengan tindakan tegas. Mereka itu terdiri dari Yahudi Bani Nadir,salah satu suku Madinah, di usir keluar kota. Kebanyakan mereka mengungsi ke khaibar, sedangkan yahudi lainnya yaitu bani Quraisy masih tetap di madinah
3.      perang Ahzab
     Terjadi pada bulan syawal 5 H (627 M). di pihak musuh membentuk pasukan gabungan yang terdiri dari orang orang Quraisy,suku yahudi yang mengungsi ke khaibar, dan beberapa suku Arab lainnya. Menghadapai pasukan sebanyak itu Nabi Muhammad bertahan setelah mendengar usul Salman al-farisi, agar umat islam bertahan dengan menggali parit(khandaq), terutama di bagian utara kota. Sisi lain di kelilingi bukit yang dapat di jadikan sebagai benteng pertahanan. Itu lah sebabnya selain perang ini di sebut perang ahzab (pasukan sekutu) juga perang khandaq (farit) . di pihak islam terdapat  3000 orang prajurit. Taktik Nabi itu membawa hasil. Pasukan musuh tidak dapat menyebrangi parit. Namun mereka mengepung Madinah dengan mendirikan kemah kemah di luar parit hamper sebulan lamanya. Karena mereka di tugasi nabi mempertahankan garis belakang gerbang dengan yahudi Bani Nadir akan memukul umat isla. Hal itu membuat umat islam makin terjepit. Apalagi mereka mengalami kesulitan yang amat dahsyat,menderita kelaparan,sehingga terpaksa mengikat batu ke perut mereka. Namun dalam yang sempat mengoncangkan jiwa mereka itu, pertolongan allah tiba. Angina dan badai yang amat kencang turun merusak dan menerbang kan debu yang membuat mereka susah melihat. Mereka terpaksa kembali ke negri masing masing tanpa hasil apapun. Sementara itu penghiyanat-penghiyanat yahudi Bani Quraisy di jatuhi hukuman mati, sebanyak 7000 orang.

I.       PERJANJIAN HUDAIBIYAH
            Perjanjian Hudaibiyyah (Arab:صلح الحديبية) adalah sebuah perjanjian yang di adakan di sebuah tempat di antara Madinah dan Mekkah pada bulan Maret 628 M (Dzulqaidah, 6 H).Pada tahun 628 M, sekitar 1400 Muslim berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Mereka mempersiapkan hewan kurban untuk dipersembahkan kepada kaum Quraisy. Quraisy, walaupun begitu, menyiagakan pasukannya untuk menahan Muslim agar tidak masuk ke Mekkah. Pada waktu ini, bangsa Arab benar benar bersiaga terhadap kekuatan militer Islam yang sedang berkembang. Nabi Muhammad mencoba agar tidak terjadi pertumpahan darah di Mekkah, karena Mekkah adalah tempat suci.Akhirnya kaum Muslim menyetujui langkah Nabi Muhammad, bahwa jalur diplomasi lebih baik daripada berperang. Kejadian ini dituliskan pada surah Al-Fath ayat 4 :
هو الذي انزل السكينة في قلوب المؤمينين
yaitu bermakna bahwa Allah telah memberikan ketenangan bagi hati mereka agar iman mereka bisa bertambah.
a)      Perjanjian
Garis besar Perjanjian Hudaibiyah berisi : "Dengan nama Tuhan. Ini perjanjian antara Muhammad (SAW) dan Suhail bin 'Amru, perwakilan Quraisy. Tidak ada peperangan dalam jangka waktu sepuluh tahun. Siapapun yang ingin mengikuti Muhammad (SAW), diperbolehkan secara bebas. Dan siapapun yang ingin mengikuti Quraisy, diperbolehkan secara bebas. Seorang pemuda, yang masih berayah atau berpenjaga, jika mengikuti Muhammad (SAW) tanpa izin, maka akan dikembalikan lagi ke ayahnya dan penjaganya. Bila seorang mengikuti Quraisy, maka ia tidak akan dikembalikan. Tahun ini Muhammad (SAW) akan kembali ke Madinah. Tapi tahun depan, mereka dapat masuk ke Mekkah, untuk melakukan tawaf disana selama tiga hari. Selama tiga hari itu, penduduk Quraisy akan mundur ke bukit-bukit. Mereka haruslah tidak bersenjata saat memasuki Mekkah"
b)      Manfaat perjanjian
Manfaat Hudaibiyah bagi kaum Muslim adalah :
  • Bebas dalam menunaikan agama Islam
  • Tidak ada teror dari Quraisy
  • Mengajak kerajaan-kerajaan luar seperti Ethiopia-afrika untuk masuk Islam


c)      Hasil
Perjanjian Hudaibiyah ternyata dilanggar oleh Quraisy, tapi kaum Muslim bisa membalasnya dengan penaklukan Mekkah (Fathul Makkah) pada tahun 630 M
Kaum Muslim berpasukan sekitar 10000 tentara. Di Mekkah, mereka hanya menemui sedikit rintangan. Setelah itu, mereka meruntuhkan segala simbol keberhalaan di depan Ka'bah






























BAB III
PENUTUP

1.Simpulan
Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwasannya masa nabi Muhammad Saw terbagi menjadi dua fase (priode) yaitu Fase Makkah dan Madinah. Pada fase Makkah lebih ditekankan hanya pada bidang Dakwah, karena ini adalah masa-masa awal kelahiran agama Islam. Dakwah yang dilakukan oleh Nabi pada Fase ini terbagi menjadi dua yaitu secara sembunyi-sembunyi dean secara terang-terangan.
Pada fase Madinah ada beberapa bidang yang dikembangkan sebagai wujud dari upaya Nabi untuk membentuk Negara Islam diantaranya yaitu pembentukan sisitem sosial kemasyarakatan, militer, politik, dakwah, ekonomi, dan sumber pendapatan Negara. Pada fase ini Islam menjadi agama yang dipeluk oleh seluruh Jazirah Arab, sebagai tanda keberhasilan dakwah Nabi Muhammad.










                                                                                                                                                                                          



DAFTAR PUSTAKA

Syamruddin.Sejarah Peradaban Islam.Uin Suska Riau.2007
Sejarah Peradaban Islam.diterbitkan oleh IAIN-IB prees,Padang
Edisi I,Cetakan II.2002

Friday, April 3, 2015

KONDISI MASYRAKAT ARAB PADA MASA JAHILIYAH

              Setelah membahas kondisi politik di jazirah Arab yang agama agamanya,kita masih menyisakan pembahasan tentang kondisi sosial,politik dan moral, berikut uraian singkatnya  :

  • Kondisi Sosial
          Dikalangan bangsa Arab terdapat lapisan masyarakat yang beragam dengan kondisi yang berbeda beda. Hubungan seorang laki-laki dengan istrinya di lapisan kaum bangsawan demikian mengalami kemajuan, seorang istri mempunyai porsi yang sangat besar dalam kebebasan berkehendak dalam mengambil kebijakan. Wanita selalu di hormati dan di jaga, tidak jarang pedang harus berhunus dan darah bertumpah karnanya , seorang laki laki yang ingin di puji  di mata orang Arab karna dia memilki kedudukan tinggi berupa kemurahan hati dan, keberanian, maka kebanyakan waktunya hanya di gunakan untuk berbicara dengan wanita. Seorang wanita dapat mengumpulkan suku-suku untuk kepentingan perdamaian, jika dia suku, namun juga dapat menyulut api peperangan di antara mereka, meskipun demikian, tanpa dapat di sangkal lagi bahwa seorang laki laki adalah kepala keluarga dan pengambil keputusan, hubungan antara laki laki dan wanita melalui proses akad nikah adalah di bawah pengawasan para wali wanita. Seorang wanita tidak memiliki hak untuk melakukan sesuatu tanpa seizin mereka.

           Demikian lah kondisi bangsawan, sementara pada lapisan masyarakat lainnya terdapat jenis lain percampurbauran antara laki laki dan wanita.Tidak kami dapatkan ungkapan yang lebih tepat untuk hal itu daripada pelacuran,pergaulan bebas,pertumpahan darah dan perbuatan keji.

           Iman Bukhori dan periwayat hadists lainnya meriwayatkan dari Aisyah bahwa pernikahan pada masa Jahiliyah terdiri dari empat
  1. Pernikahan ala sekarang, Caranya seorang laki laki datang kepada wali lakil laki untuk melamaar wanita yang di bawah perwaliannya atau anak perempuannya, lalu dia menentukan maharnya kemudian menikahkannya.
  2. Seorang laki laki berkata pada istrinya, manakala dia sudah suci dari Haidsnya,"peergilah pada si fulan dan bersenggamalah dengannya," kemudian setelah itu, istrinya ini di asingkan oleh suaminya dan tidak di sentuh selamanya hingga kelihatan tanda kehamilannya, maka terserah suaminya, jika masih berselera kepadanya maka dia menggaulinya, hal tersebut di lakukan lantaran hanya mendapatkan anak yang pintar, Pernikahan semacam ini di namakan dengan nikah  Al-Istibdha.'
  3. Sekolompok laki laki yang jumlahnya kurang dari sepuluh orang berkumpul kemudian mendatangi seorang waninta dan masing masing menggaulinya, jika wanita ini hamil, dan melahirkan serta telah berlalu beberapa malam dari kelahiran, dia mengutus seorang kepada mereka yang dapat menggelak hingga berkumpul di sisinya, lalu si wanita ini berkata kepada mereka." Kalian telah mengetahui apa yang telah kalian lakakan dan aku sekarang telah melahirkan. Dia ini adalah anak dari anakmu wahai fulan!,"  Dia menyebutkan nama laki laki yang dia senangi diantara mereka maka anak tersebut mengambil nasabnya.
  4. Laki laki yang berjumlah banyak mendatangi seorang wanita sementara dia tidak menolak siapapun yang mendatanginya tersebut, mereka ini adalah para pelacur, yang mereka lakukan adalah menancapkan bendera bendera di pintu pintu rumah mereka yang menjadi simbol, siapa saja yang mengingini mereka, maka dia masuk jika dia hamil, dan melahirkan, laki laki yang pernah mendatanginya berkumpul padanya lalu mengundang para ahli pelacak ( al-qafah ) kemudian mereka menentukan nazab si anak tersebut kepada siapa yang mereka pandang cocok lantas orang ini mengakuinya dan di panggillah dia sebagai anak. dalam hal ini si laki laki yang di tunjuk ini tidak boleh menyangkal. Tatkala Allah mengutus Nabi Muhammad saw kemudia beliau menghapuskan semua pernikahan jahiliyah tersebut kecuali pernikahan ala saat ini
Sekian dulu postingan saya sob, semoga bermanfaat dan menjadi ilmu pengetahuan kita .
assalamualaikum.

Wednesday, April 1, 2015

BAI'AT ABU DZAR ATAS LIMA PERKARA

  Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Dzar r.a , katanya : Rosulullah saw. telah
membaiatkan atas lima perkara,  mengambil janji yang kuat rariku atas tujuh perkara dan menjadikan Allah sebagai saksi atasku dalam tujuh perkara, Diantaranya : supaya aku tidak takut celaan siapa pun yang mencerca dalam membela agama Allah.
            Abu Dzar berkata : Suatu saat Rosulullah saw. memanggilku dan berkata" maukah engkau berbai'at  dan kamu akan mendapatkan Jannah ?"
            Aku berkata :"ya", kemudian aku mengulurkan tangaku.
Rosulullah saw bersabda, "jangan lah kamu meminta apapun dari manusia."
            Jawabku :" Ya."
Sabdanya lagi ." Tidak juga cambukmu jatuh dari peganganmu sampai kamu turun untuk mengambilnya sendiri."
            Dalam riwayat lain di sebutkan bahwa Rosulullah saw.Bersabda."Kemudian 
pahamilah, hai ABu Dzarr, apa yang akan di katakan kepadamu sesudah enam hari ini ( Rosulullah saw menangguhkan selama enam hari untuk syarat berikutnya."
Setelah hari ke tujuh , Rosulullah saw. bersabda," Aku mewasiatkan kepadamu suapaya
bertakwa kepada Allah dalam urusanmu yang rahasia maupun terang terangan, dan apabila kamu melakukan kejahatan, hendaknya di ikuti dengan melakukan kebaikan dan jangan lah kamu meminta apapun dari seseorang  walaupun cambukmu jatuh (jangan meminta tolong seseorang mengambilnya). dan janga lah kamu menerima suatu amanah pun (dengan tidak menunaikannya).

Demikian tentara dalam kitab at Targhib (1/100) Di riwayatkan oleh Ahmad dan Annasa'i dan yang lainnya secara ringkas.

AL QUR'AN DAN ASTRONOMI


Penciptaan Alam Semesta

Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur'an pada ayat
berikut:
"Dialah pencipta langit dan bumi." (Al Qur'an, 6:101)
           Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini bersesuaian penuh dengan
penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat
astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta,
beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai
hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap.
Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk
keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya
tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik
tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang
merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat
dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi
ada.
             Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana
materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara
metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli
fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu.
Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun
1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti
terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam
semesta diciptakan dari ketiadaan.
Disadur dari HarunYahya oleh Rika Hermawan

Keajaiban AlQuran 4

Mengembangnya Alam Semesta
Edwin Hubble dengan teleskop besarnya.
Dalam Al Qur'an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu
astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta
digambarkan sebagaimana berikut ini:
"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan
sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (Al Qur'an,51:47)
           Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di
banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali
lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur'an dikatakan
bahwa alam semesta "mengalami perluasan atau mengembang". Dan inilah yang kesimpulan
yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara
terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan
peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang
ditiup.
            Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya
diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta
bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan.
Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan
dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki
permulaan, dan ia terus-menerus "mengembang".
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia,
George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta
senantiasa bergerak dan mengembang.
            Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika
mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan
bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di
mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta
tersebut terus-menerus "mengembang". Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun
berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini
diterangkan dalam Al Qur'an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al
Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.
Disadur dari HarunYahya oleh Rika Hermawan


Keajaiban AlQuran 5
Pemisahan Langit dan Bumi

            Gambar ini menampakkan peristiwa Big Bang, yang sekali lagi mengungkapkan
bahwa Allah telah menciptakan jagat raya dari ketiadaan. Big Bang adalah teori
yang telah dibuktikan secara ilmiah. Meskipun sejumlah ilmuwan berusaha
mengemukakan sejumlah teori tandingan guna menentangnya, namun buktibukti
ilmiah malah menjadikan teori Big Bang diterima secara penuh oleh
masyarakat ilmiah.
Satu ayat lagi tentang penciptaan langit adalah sebagaimana
berikut:
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya
langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara
keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka
tiada juga beriman?" (Al Qur'an, 21:30)
Kata "ratq" yang di sini diterjemahkan sebagai "suatu yang padu" digunakan untuk merujuk
pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan "Kami pisahkan antara
keduanya" adalah terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul
menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari "ratq".
Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang
diungkapkan dengan menggunakan kata ini.
Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit
dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa") satu sama
lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami
bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala
sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung
dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak
sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa"
(terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam
semesta terbentuk.
Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita
pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi,
penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.
Disadur dari HarunYahya oleh Rika Hermawan

Keajaiban AlQuran 6
Garis Edar

            Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur'an, ditegaskan bahwa masingmasing
bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.
"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing
dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (Al Qur'an, 21:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam,
tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah
ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an,36:38)
         Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan
melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan
para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa
yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam
sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari
bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari.
Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi
matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta
berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.
Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, sebagaimana
terlihat di atas, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang
telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak
mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan bendabenda
langit lainnya.
Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan
garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur'an sebagai
berikut:
"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (Al Qur'an, 51:7)
            Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir
200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar
planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis
peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing
seolah "berenang" sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna
bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis
edar yang ditetapkan baginya.
Disadur dari HarunYahya oleh Rika Hermawan

Keajaiban AlQuran 7

         Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan
galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah
ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan
memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam.
Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa.
Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis
peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun
dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan
dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain
tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.
Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur'an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop
masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan
kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu
tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa "dipenuhi lintasan
dan garis edar" sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan
secara terbuka kepada kita dalam Al Qur'an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur'an
adalah firman Allah.
Bentuk Bulat Planet Bumi
"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia
menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam..."
(Al Qur'an, 39:5)
            Dalam Al Qur'an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan
tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang
diterjemahkan sebagai "menutupkan" dalam ayat di atas adalah
"takwir". Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan
untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup
sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban
dipakaikan pada kepala.
Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup
satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya
benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur'an, yang telah diturunkan di
abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.
Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa
itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah
didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur'an berisi informasi yang hanya
mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur'an adalah firman Allah,
maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika
menjelaskan jagat raya.
Disadur dari HarunYahya oleh Rika Hermawan

Keajaiban AlQuran 8
Atap yang Terpelihara

           Gambar ini memperlihatkan sejumlah meteor yang hendak menumbuk bumi.
Benda-benda langit yang berlalu lalang di ruang angkasa dapat menjadi
ancaman serius bagi Bumi. Tapi Allah, Pencipta Maha Sempurna, telah
menjadikan atmosfir sebagai atap yang melindungi bumi. Berkat pelindung
istimewa ini, kebanyakan meteorid tidak mampu menghantam bumi karena
terlanjur hancur berkeping-keping ketika masih berada di atmosfir.
Dalam Al Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat
yang sangat menarik tentang langit:
"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari
segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (Al Qur'an, 21:32)
           Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.
Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan.
Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati
bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.
Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan.
Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan
berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi
ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya
menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh
makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh
lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet
yang mencapai bumi.
Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir
tentang fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas
dalam benak mereka tentang apa jadinya bumi ini jika atmosfir tidak ada.
Foto di atas adalah kawah raksasa yang terbentuk akibat hantaman sebuah
meteor yang jatuh di Arizona, Amerika Serikat. Jika atmosfir tidak ada,
jutaan meteorid akan jatuh ke Bumi, sehingga menjadikannya tempat yang
tak dapat dihuni. Namun, fungsi pelindung dari atmosfir memungkinkan
makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya dengan aman. Ini
sudah pasti perlindungan yang Allah berikan bagi manusia, dan sebuah
keajaiban yang dinyatakan dalam Al Qur'an.
Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi
dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di
bawah nol.
Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk
Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan
sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang
terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan
bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang
Disadur dari HarunYahya oleh Rika Hermawan


Keajaiban AlQuran 9
disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan
seluruh kehidupan di muka bumi.
Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:
Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti
bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan
magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-
Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini
tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet
berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan
medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita,
tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan
istimewa yang hanya ada pada Bumi. (http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire
by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)
Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini,
terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di
Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik
kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi
peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.
Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi
bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru
mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al
Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.
Energi yang dipancarkan oleh sebuah letusan pada Matahari sungguh amat dahsyat sehingga sulit dibayangkan
akal manusia: Letusan tunggal pada matahari setara dengan ledakan 100 juta bom atom yang pernah dijatuhkan
di Hiroshima. Bumi terlindungi dari pengaruh merusak akibat pancaran energi ini.
The magnetosphere layer, formed by the magnetic field of the Earth, serves as a shield protecting the earth from
celestial bodies, harmful cosmic rays and particles. In the above picture, this magnetosphere layer, which is also
named Van Allen Belts, is seen. These belts at thousands of kilometres above the earth protect the living things
on the Earth from the fatal energy that would otherwise reach it from space.
Disadur dari HarunYahya oleh Rika Hermawan
Keajaiban AlQuran 10
Langit yang Mengembalikan
Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur'an, mengacu pada
fungsi "mengembalikan" yang dimiliki langit.
"Demi langit yang mengandung hujan." (Al Qur'an, 86:11)
Kata yang ditafsirkan sebagai "mengandung hujan" dalam
terjemahan Al Qur'an ini juga bermakna "mengirim kembali" atau
"mengembalikan".
Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri dari sejumlah lapisan. Setiap
lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisanlapisan
ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke
ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah
contoh fungsi "pengembalian" dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.
Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang
naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi
sebagai hujan.
Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet
yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.
Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan
bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi
tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.
Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan
Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.
Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut,
telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Al Qur'an. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Al
Qur'an adalah firman Allah.

Tuesday, March 31, 2015

KATA-KATA IBNU UMAR BAHWA DALAM PERANG ADA DUA KELOMPOK

               
Diriwayatkan oleh Ibnu Ashakir dari Ibnu Umar r.huma katanya orang-orang yang terlibat dalam suatu perang itu ada dua golongan. Golongan pertama yaitu : mereka berangkat memperbanyak dzhikirullah dan mengingat kebesarannya,mereka menjauhi perbuatan yang merusak di sepanjang perjalanan senantiasa membantu rekan-rekannya dan membelanjakan hartanya yang paling berharga di jalan alllah. Mereka lebih bergembira di sebabkan mampu membelanjakan harta mereka, dari pada manfaat duniawi yang mereka proleh. Sekiranya mereka berada di medan pertempuran, mereka malu kepada allah sekiranya mereka melihat keraguan dalam hati mereka atau meninggalkan kaum muslimin begitu saja. Jika mereka mampu mencuri harta rampasan (ghonimah )
mereka mensucikan qalbu mereka.Disebabkan mereka itu, allah akan memuliakan agamanya dan menghinakan musuhnya.
                   Dan golongan kedua yaitu : Mereka keluar tanpa memperbanyak dzikir kepada allah dan tidak juga mengingatnya. mereka tidak menjauhi perbuatan merusak dan tidak membelanjakan hartanya kecuali dengan terpaksa. Setiap harta yang di keluarkannya,mereka mengharapkan balasannya dan syetanlah yang membisikan hal itu kepada mereka.Bila mereka berada di medan perang, mereka akan berada bersama orang-orang yang meninggalkan kaum muslimin tanpa memberikan bantuan. Mereka bersembunyi di puncak gunung sambil melihat apa yang di lakukan kaum muslimin. Jika allah mengaruniakan kemenangan kepada orang-orang islam,mereka paling banyak berkata dusta. Apabila mereka berkesempatan mencuri harta rampasan, mereka akan melakukannya dan syeitan menipu mereka dengan mengatakan bahwa itu adalah harta rampasan. Jika mereka di timpa kesenangan,mereka akan sombong dan bermewah-mewahan. Jika mereka di timpa kesempitan maka  syaitan akan memfinah mereka dengan dunia. Meraka tidak akan memperoleh ganjaran sebagaimana yang di peroleh  orang orang beriman sedikit pun hanya jasadz mereka berada di dekat jasadz orang orang beriman, Perjalanan mereka bersama sama orang beriman. Tetapi niat dan amalan meraka berlainan hingga allah mengumpulkan mereka berlainan hingga allah akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat, kemudian memisahkan mereka

               Demikian tercantum dalam kitab al kanz (2/29)
di kutib dari kitab Hayatus Shahabah
kunjungi juga ni 2015/03/larangan-dalam-beristinjaq.html